Persiapan Menyusui Sebelum Kembali Kerja: Rencana 4 Minggu

Persiapan ibu menyusui kembali bekerja: menyiapkan pompa ASI dan tas kerja di rumah

Persiapan ibu menyusui kembali bekerja paling nyaman dilakukan bertahap selama 4 minggu sebelum cuti berakhir. Cuti melahirkan menurut UU Nomor 4 Tahun 2024 paling singkat 3 bulan, jadi rencana ini bisa dimulai di akhir bulan kedua cuti. Setiap minggu punya fokusnya sendiri: stok, alat, wadah, lalu simulasi jadwal.

Apa Saja yang Perlu Disiapkan Sebelum Cuti Habis?

Linimasa persiapan menyusui dari 4 minggu sampai 1 minggu sebelum kembali kerja
  • 4 minggu sebelum kerja: mulai membiasakan jadwal memerah untuk membangun stok awal ASI perah.
  • 3 minggu sebelum kerja: memilih pompa ASI yang sesuai dengan pola kerja di kantor.
  • 2 minggu sebelum kerja: menyiapkan wadah simpan dan melatih bayi minum ASI perah dari orang lain.
  • 1 minggu sebelum kerja: simulasi jadwal harian, orientasi bersama pengasuh, dan menyiapkan tas laktasi.

Rencana persiapan kembali bekerja setelah melahirkan yang dibagi per minggu membantu mengurangi stres. Pengasuh di rumah juga punya waktu untuk belajar memberikan ASI perah secara konsisten. Bila waktunya lebih sempit, rencana ini tetap bisa dipadatkan dengan mendahulukan hal yang paling mendesak.

Wadah simpan dan botol susu membantu Si Kecil tetap mendapat ASI perah selama Bunda bekerja. Saat sedang bersama di rumah, menyusui langsung tetap jadi pilihan utama.

4 Minggu Sebelum Kerja: Membangun Kebiasaan Memerah

Pada minggu pertama persiapan, fokusnya adalah membiasakan diri memerah secara rutin di rumah. Bunda bisa mulai dengan menambahkan sesi memerah pada pagi hari, setelah sesi menyusui. Hasil awal mungkin masih sedikit karena tubuh sedang menyesuaikan diri dengan rangsangan tambahan.

  • Pilih waktu memerah yang sama setiap hari.
  • Catat jam memerah dan jumlah yang terkumpul.
  • Simpan hasil perahan sedikit demi sedikit dan beri label tanggal.

Panduan durasi dan teknik memerah bisa Bunda baca di artikel cara dan durasi pumping ASI. Catatan harian membantu mengenali jam-jam ketika hasil perahan paling banyak.

3 Minggu Sebelum Kerja: Pompa ASI Seperti Apa yang Cocok?

Hegen PCTO Double Electric Breast Pump dan Hegen PCTO Wearable Breast Pump

Tiga minggu sebelum kerja, pertimbangkan ruang laktasi di kantor, kesibukan harian, dan seberapa sering Bunda berpindah tempat. Hegen menyediakan beberapa jenis pompa ASI untuk kebutuhan yang berbeda. Bila memilih pompa elektrik, cek juga ketersediaan stopkontak di ruang laktasi kantor.

Untuk memerah di ruang laktasi, ada Hegen PCTO™ Double Electric Breast Pump (SoftSqround™) yang memerah dua sisi sekaligus. Hegen menyebut daya hisap pompa ini sebagai hospital-grade suction. Paketnya berisi corong SoftSqround™ 22mm dan dua wadah 150ml, dengan garansi 1 tahun untuk perangkat pompa dan adaptor listrik. Garansi berlaku setelah registrasi lewat kode QR di bagian belakang produk.

Bila ukuran corong 22mm terasa kurang pas, corong pengganti untuk pompa elektrik dan manual tersedia dalam ukuran 25mm, 28mm, dan 31mm.

Bila Bunda sering berpindah ruangan, ada pilihan Hegen PCTO™ Wearable Breast Pump. Pompa ini memakai wadah pompa 170ml, Hegen Breast Cushion 28mm, dan insert 22mm. Panduan lebih rinci untuk membandingkan jenis pompa akan tersedia di artikel Panduan Memilih Pompa ASI.

2 Minggu Sebelum Kerja: Wadah Simpan dan Latihan Minum ASIP

Dua minggu sebelum kerja, fokusnya adalah penyimpanan ASI perah dan latihan minum untuk bayi. Beri label tanggal dan jam perah pada setiap wadah agar pengasuh mudah memakai stok yang paling lama lebih dulu.

Untuk menyimpan, Hegen menyediakan Hegen PCTO™ Breast Milk Storage PPSU dalam ukuran 60ml dan 150ml. Wadah ini berbahan PPSU yang menurut Hegen bebas BPA, BPS, ftalat, dan PVC. Penjelasan lengkapnya ada di artikel keunggulan botol PPSU.

Wadah ASIP Hegen dapat dipasang collar dan dot sehingga langsung menjadi botol susu PPSU Hegen, tanpa memindahkan ASI ke botol lain. Penutup PCTO™ ditutup dengan cara ditekan dan dibuka dengan cara diputar, tanpa ulir. Menurut Hegen, penutup ini dirancang zero spillage.

  • Siapkan beberapa wadah sesuai jumlah sesi minum selama Bunda bekerja.
  • Mulai latihan minum dengan jumlah kecil, lalu tambah sesuai kebutuhan bayi.
  • Latih bayi minum ASI perah dari pengasuh atau anggota keluarga lain.
  • Cuci wadah dengan sabun khusus botol bayi, lalu sterilkan dengan cara direbus, uap, UV, atau tablet sterilisasi.

1 Minggu Sebelum Kerja: Simulasi Jadwal dan Orientasi Pengasuh

Minggu terakhir adalah waktu untuk mencoba jadwal harian secara penuh. Bunda bisa memerah pada jam-jam yang sama seperti nanti di kantor, misalnya setiap 3 jam sesuai panduan IDAI untuk ibu bekerja. Simulasi ini membantu tubuh dan bayi beradaptasi sebelum hari pertama kerja.

Mintalah pengasuh memberikan ASI perah sendiri, sementara Bunda berada di ruangan lain. Cara ini membantu bayi terbiasa menerima ASI perah dari orang lain.

  • Siapkan tas laktasi berisi pompa, wadah simpan, dan perlengkapan pembersih.
  • Pastikan ruang laktasi dan tempat penyimpanan dingin di kantor sudah tersedia.
  • Bicarakan jadwal memerah dengan atasan atau bagian HR.
  • Siapkan pakaian kerja yang memudahkan memerah.

Undang-undang yang sama memberi ibu bekerja hak atas kesempatan dan fasilitas untuk laktasi selama waktu kerja. Dengan persiapan menyusui sebelum kembali bekerja yang bertahap, hari pertama di kantor bisa dijalani dengan lebih tenang.

Informasi di artikel ini bersifat umum dan tidak menggantikan pemeriksaan atau saran tenaga kesehatan. Bila keluhan Bunda atau Si Kecil berlanjut, konsultasikan dengan dokter, bidan, atau konselor laktasi.

Referensi

Lihat pilihan pompa ASI Hegen Tanyakan produk Hegen lewat WhatsApp +62 819 7710 7717
Back to Hegen Blog