Tantrum pada bayi sering membuat orang tua panik, terutama ketika si kecil tiba-tiba menangis keras di malam hari dan sulit ditenangkan. Digendong tetap menangis, sudah menyusu tetapi belum juga tenang, sementara orang tua mulai lelah dan overthinking. Banyak orang tua baru bingung membedakan apakah bayi sedang lapar, lelah, atau mengalami overstimulasi.
Padahal, bayi belum bisa mengungkapkan kebutuhan dan emosinya lewat kata-kata, sehingga tangisan menjadi cara utama mereka berkomunikasi. Dengan memahami penyebab kerewelan dan menciptakan rutinitas yang menenangkan, orang tua dapat membantu bayi merasa lebih aman dan nyaman setiap hari. Simak info lengkapnya dalam artikel berikut!
Apakah Bayi Bisa Mengalami Tantrum?
Secara teknis, tantrum pada bayi berbeda dengan tantrum pada balita. Balita biasanya sudah memiliki keinginan tertentu dan bisa menunjukkan penolakan secara sadar. Sementara itu, pada bayi, ledakan tangisan lebih sering merupakan respons terhadap kebutuhan yang belum terpenuhi. Penyebab umum bayi menangis terus-menerus meliputi:
-
Rasa lapar.
-
Terlalu lelah.
-
Overstimulasi dari lingkungan.
-
Perut kembung atau tidak nyaman.
-
Butuh dipeluk dan merasa aman.
Jadi, ketika terjadi tantrum pada bayi, itu bukan berarti bayi manja atau sengaja membuat orang tua kewalahan. Bayi hanya sedang berusaha menyampaikan kebutuhannya.
Penyebab Umum Tantrum pada Bayi
Ada banyak hal yang memicu tantrum pada bayi, mulai dari kelelahan, lapar, feeding tidak nyaman, perut kembung, dan lain-lain. Berikut ulasannya:
1. Bayi Terlalu Lelah
Bayi yang terlalu lama terjaga sering kali justru sulit tidur. Jadwal tidur yang belum teratur membuat bayi mudah rewel, terutama menjelang malam.
2. Rasa Lapar atau Feeding yang Tidak Nyaman
Feeding yang kurang nyaman dapat memicu tantrum pada bayi. Misalnya, aliran susu terlalu cepat sehingga bayi tersedak, atau terlalu lambat sehingga bayi frustrasi saat menyusu.
3. Perut Kembung
Bayi yang banyak menelan udara saat minum dapat merasa tidak nyaman. Perut kembung sering membuat bayi menangis dan melengkungkan tubuhnya.
4. Membutuhkan Kontak dan Rasa Aman
Pada fase growth spurt, bayi biasanya lebih sering ingin digendong dan dekat dengan orang tua. Kebutuhan emosional ini sangat normal.
5. Lingkungan Terlalu Ramai
Cahaya terang, suara keras, atau terlalu banyak orang dapat membuat bayi kewalahan. Kondisi ini sering memicu tantrum pada bayi yang muncul tiba-tiba.
6. Bayi Sedang Overstimulated
Orang tua perlu mengenali tanda-tanda bayi mengalami overstimulasi, seperti:
-
Menangis mendadak tanpa sebab yang jelas.
-
Sulit tidur.
-
Menolak menyusu.
-
Menggosok mata atau telinga.
-
Melengkungkan tubuh saat digendong.
Jika tanda-tanda ini muncul, kemungkinan besar tantrum pada bayi dipicu oleh terlalu banyak stimulasi dalam waktu singkat.
Baca juga: Wonder Week Bayi: Ciri, Tahap & Bedanya dengan Growth Spurt
Cara Menenangkan Bayi dengan Pendekatan Gentle Parenting

Sumber: magnific
Jangan panik dulu saat bayi menunjukkan gejala tantrum, ibu bisa mencoba beberapa tips berikut untuk menenangkan mereka.
1. Tenangkan Diri Orang Tua Terlebih Dahulu
Bayi sangat peka terhadap emosi orang tua. Jika orang tua panik, bayi bisa semakin sulit tenang.
2. Peluk dan Skin-to-Skin Contact
Kontak kulit membantu bayi merasa aman dan dicintai. Cara ini sangat efektif untuk meredakan tantrum pada bayi.
3. Kurangi Cahaya dan Kebisingan
Ciptakan suasana yang tenang dengan meredupkan lampu dan mengurangi suara bising di sekitar bayi.
4. Gunakan Gerakan Lembut dan Konsisten
Beberapa bayi lebih mudah tenang dengan ayunan perlahan, white noise, atau tepukan lembut di punggung.
5. Pastikan Feeding Time Nyaman
Feeding yang nyaman membantu bayi merasa rileks, terutama sebelum tidur atau setelah menangis.
Mengapa Feeding Experience Berpengaruh pada Emosi Bayi?
Bayi yang kesulitan feeding sering kali lebih mudah frustrasi dan rewel. Karena itu, pengalaman feeding yang nyaman sangat penting untuk membantu mencegah tantrum pada bayi.
1. Bayi Membutuhkan Ritme Feeding yang Natural
Aliran susu yang terlalu cepat bisa membuat bayi tidak nyaman, sedangkan aliran yang terlalu lambat membuat bayi mudah frustrasi.
2. Dot yang Terlalu Keras Bisa Membuat Bayi Frustrasi
Bayi cenderung lebih nyaman dengan tekstur yang lembut dan familier seperti payudara ibu.
Solusi Feeding Nyaman untuk Bayi dari Hegen
Hegen menghadirkan feeding bottle dengan dot lembut menyerupai payudara ibu sehingga membantu bayi merasa lebih nyaman saat minum.

Keunggulan produk Hegen meliputi:
-
Dot lembut menyerupai payudara ibu.
-
Mendukung transisi antara DBF dan ASIP.
-
Feeding terasa lebih natural dan tenang.
-
Desain ergonomis yang nyaman digenggam.
-
Terbuat dari material PPSU premium yang tahan panas hingga 180 derajat Celsius.
Bagi banyak orang tua, feeding yang lebih nyaman dapat membantu mengurangi risiko tantrum pada bayi saat jadwal minum berlangsung.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Bayi Rewel
Menenangkan tantrum pada bayi memang tidak mudah, bisa jadi hal yang ibu lakukan justru membuat si Kecil semakin rewel. Oleh karena itu hindari kesalahan berikut saat bayi rewel:
-
Langsung panik atau meninggikan suara. Bayi justru bisa semakin stres.
-
Memaksa bayi menyusu saat overstimulated. Hal ini sering membuat bayi semakin menangis.
-
Terlalu banyak stimulasi sekaligus. Mengajak bermain, menyalakan TV, dan mengganti posisi terus-menerus bisa membuat bayi kewalahan.
-
Mengabaikan tanda bayi sudah lelah. Bayi yang menggosok mata atau menguap sebaiknya segera diajak beristirahat.
-
Terlalu cepat mengganti rutinitas. Bayi biasanya lebih nyaman dengan rutinitas yang konsisten.
Cara Membangun Rutinitas yang Membantu Bayi Lebih Tenang
Rutinitas sederhana dapat membantu mengurangi tantrum pada bayi dan membuat bayi merasa lebih aman. Beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan antara lain:
-
Jadwal tidur yang konsisten.
-
Feeding dengan suasana tenang.
-
Ritual bedtime sederhana seperti memeluk dan bernyanyi.
-
Mengurangi screen exposure di sekitar bayi.
-
Mengenali pola kenyamanan bayi sejak dini.
Kapan Orang Tua Perlu Waspada terhadap Tangisan Bayi?
Meskipun tantrum pada bayi sering kali normal, segera konsultasikan ke dokter jika bayi mengalami hal-hal berikut:
FAQ
Apakah bayi bisa tantrum?
Ya, tetapi tantrum pada bayi berbeda dengan balita. Biasanya berupa ledakan tangisan karena lapar, lelah, overstimulasi, atau butuh rasa aman.
Kenapa bayi tiba-tiba menangis terus?
Penyebabnya bisa karena lapar, mengantuk, perut kembung, overstimulasi, atau ingin dipeluk.
Bagaimana cara menenangkan bayi yang rewel?
Tenangkan diri terlebih dahulu, lakukan skin-to-skin contact, kurangi cahaya dan kebisingan, serta gunakan gerakan lembut yang konsisten.
Apa penyebab bayi overstimulasi?
Terlalu banyak suara, cahaya, aktivitas, atau interaksi dalam waktu singkat dapat membuat bayi kewalahan.
Bagaimana membuat feeding lebih nyaman untuk bayi?
Gunakan posisi menyusui yang nyaman dan pilih dot dengan tekstur lembut serta aliran susu yang sesuai kebutuhan bayi.
Apa manfaat dot yang menyerupai payudara ibu?
Dot seperti ini membantu bayi merasa lebih familiar sehingga feeding terasa lebih natural dan nyaman.
Baca juga: Ini Perbedaan Kolik dan Growth Spurt serta Cara Atasinya
Tantrum pada bayi bukan tanda bayi nakal atau orang tua gagal mengasuh. Di balik tangisan dan kerewelannya, bayi sedang berusaha menyampaikan rasa tidak nyaman serta kebutuhan emosional yang belum bisa diungkapkan dengan kata-kata.
Pendekatan lembut, rutinitas yang konsisten, dan suasana feeding yang tenang dapat membantu bayi merasa lebih aman setiap hari. Untuk mendukung pengalaman feeding yang lebih nyaman, orang tua dapat mengenal solusi modern dari Hegen yang menghadirkan dot lembut menyerupai payudara ibu sehingga membantu bayi minum dengan lebih rileks dan tenang.
Dapatkan rangkaian produk dari Hegen sekarang juga melalui Official Store Hegen Indonesia!