ASI (Air Susu Ibu) sangat penting bagi bayi karena mengandung nutrisi lengkap yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal, termasuk antibodi yang membantu melindungi bayi dari infeksi dan penyakit. Bagi ibu, pumping ASI memberikan fleksibilitas, membantu menjaga pasokan ASI, dan mencegah masalah seperti saluran ASI tersumbat. Untuk penyimpanan ASI perah sendiri, penting untuk mengikuti panduan keamanannya agar kualitas ASI tetap terjaga. Lalu, kira-kira ASI pumping bertahan berapa jam ya? Simak panduan lengkapnya hanya di sini!
Faktor-faktor yang Memengaruhi Daya Tahan ASI Perah
Sebelum menjawab pertanyaan terkait ASI pumping bertahan berapa jam, Bunda perlu memahami berbagai faktor yang memengaruhi daya tahannya. Daya tahan ASI perah dipengaruhi oleh beberapa faktor utama seperti suhu penyimpanan, kebersihan peralatan pumping dan wadah penyimpanan, serta cara penanganan ASI. Berikut penjelasannya.
1. Suhu Penyimpanan
Suhu sangat memengaruhi berapa lama ASI perah dapat bertahan. Pada suhu ruangan (≤ 25°C), ASI hanya dapat disimpan hingga 4 jam. Jika disimpan di kulkas (suhu sekitar 4°C), ASI bisa bertahan hingga 4 hari.
Namun, untuk penyimpanan jangka panjang, ASI sebaiknya ditempatkan di freezer pada suhu -18°C atau lebih rendah, sehingga dapat bertahan hingga 6 bulan. Beberapa sumber menyebutkan bahwa ASI bisa bertahan 12 bulan di deep freezer dengan suhu -20°C atau lebih rendah, meskipun kualitasnya mungkin mulai berkurang setelah 6 bulan.
2. Kebersihan Peralatan Pumping dan Wadah Penyimpanan
Kebersihan alat-alat pumping, seperti pompa ASI dan botol penyimpanan, sangat penting untuk mencegah kontaminasi. Semua bagian pompa yang bersentuhan dengan ASI harus dicuci bersih dengan sabun dan air hangat, kemudian disterilkan sebelum digunakan.
Botol atau kantong penyimpanan ASI juga harus steril. Hegen Breast Pump yang dipercaya banyak pengguna, misalnya, menawarkan pompa dengan desain yang mudah dibersihkan dan disterilkan, yang membantu menjaga kebersihan ASI perah.
3. Cara Penanganan ASI Perah
Setelah diperah, ASI harus segera didinginkan jika tidak akan langsung digunakan. ASI yang telah disimpan di kulkas atau freezer harus dicairkan dengan cara yang aman, yaitu di dalam kulkas selama beberapa jam atau dalam air hangat (bukan air panas), untuk menjaga nutrisi penting yang ada di dalam ASI.
Jangan mencairkan ASI di suhu ruangan atau dengan microwave karena dapat merusak komponen nutrisi dan antibodi yang terkandung di dalamnya. ASI yang sudah dicairkan di kulkas bisa bertahan hingga 24 jam, tapi tidak boleh dibekukan ulang.
Dengan memperhatikan suhu penyimpanan, kebersihan alat, dan cara penanganan yang tepat, kualitas ASI perah bisa dipertahankan dengan baik sehingga tetap aman dan bergizi bagi bayi.
Baca juga: Hindmilk, ASI Kaya Lemak Bantu Tumbuh Kembang Bayi Optimal
ASI Pumping Bertahan Berapa Jam?
Daya tahan ASI perah sangat bergantung pada suhu penyimpanannya. Untuk memastikan ASI tetap aman dan nutrisinya terjaga, penting untuk memahami berapa lama ASI bisa bertahan di berbagai suhu penyimpanan. Simak panduan lengkapnya di bawah ini.
1. Suhu Ruang (≤ 25°C)
ASI perah dapat bertahan selama 4 jam pada suhu ruang normal. Ini berarti jika ASI diperah dan dibiarkan pada suhu tersebut, sebaiknya digunakan dalam waktu 4 jam untuk mencegah pertumbuhan bakteri yang dapat merusak kualitas ASI. Pada suhu ruang yang lebih tinggi, daya tahannya bisa lebih singkat.
2. Cooler Bag atau Ice Pack
ASI yang disimpan di cooler bag dengan ice pack bisa bertahan lebih lama dibandingkan di suhu ruang. Jika menggunakan ice pack, ASI bisa bertahan hingga 24 jam, tergantung pada seberapa dingin cooler bag tersebut. Cooler bag atau ice pack sangat berguna saat bepergian atau jika akses ke lemari pendingin terbatas, karena suhu di dalamnya bisa menjaga ASI tetap dingin lebih lama.
3. Lemari Pendingin (Kulkas)
ASI perah yang disimpan di dalam kulkas pada suhu 4°C atau lebih rendah bisa bertahan hingga 4 hari. Pastikan ASI disimpan di bagian paling dingin dari kulkas, biasanya di bagian belakang, bukan di pintu karena suhu di pintu akan berubah-ubah akibat sering dibuka tutup. Jika ASI tidak digunakan dalam waktu 4 hari, sebaiknya segera pindahkan ke freezer.
4. Freezer
Untuk penyimpanan jangka panjang, freezer adalah pilihan terbaik. Daya tahan ASI di freezer tergantung pada jenis dan suhu freezer yang digunakan. Ini rinciannya.
-
Freezer di dalam kulkas satu pintu: ASI bisa bertahan hingga 2 minggu.
-
Freezer terpisah di kulkas dua pintu: ASI bisa bertahan hingga 6 bulan.
-
Deep freezer (freezer dengan suhu sangat rendah, -20°C atau lebih dingin): ASI bisa bertahan hingga 12 bulan, meskipun kualitas optimalnya hanya sampai 6 bulan.
Saat menyimpan ASI di freezer, pastikan ASI diletakkan di bagian paling dalam freezer agar terhindar dari perubahan suhu yang terjadi setiap kali pintu freezer dibuka. ASI yang telah dibekukan dan dicairkan di kulkas harus digunakan dalam waktu 24 jam dan tidak boleh dibekukan kembali.
Baca juga: Apa Penyebab ASI Sedikit dan Tidak Lancar? Ketahui di Sini!
Panduan Menyimpan ASI Perah yang Aman
Menyimpan ASI pumping dengan aman sangat penting untuk menjaga kualitas dan kandungan nutrisinya. Berikut panduan lengkap menyimpan ASI perah yang aman.
1. Peralatan dan Wadah yang Tepat
-
Pompa ASI: Gunakan pompa ASI yang bersih dan steril. Setiap bagian pompa yang bersentuhan dengan ASI harus dicuci dengan air sabun hangat dan disterilkan setelah digunakan.
-
Wadah Penyimpanan: ASI harus disimpan dalam botol kaca atau plastik yang BPA-free, atau kantong penyimpanan khusus ASI. Pastikan wadah-wadah ini telah disterilkan sebelum digunakan.
2. Pelabelan
-
Tanggal dan Waktu Perah: Selalu beri label pada setiap wadah penyimpanan ASI dengan tanggal dan waktu perah. Ini membantu mengetahui mana ASI yang harus digunakan lebih dulu atau yang juga disebut sebagai prinsip "first in, first out".
-
Nama Bayi: Jika ASI dititipkan di daycare atau rumah sakit, beri label dengan nama bayi untuk memastikan ASI diberikan pada bayi yang benar.
3. Penyimpanan di Kulkas
- ASI yang disimpan di kulkas pada suhu 4°C atau lebih rendah dapat bertahan hingga 4 hari. Simpan ASI di bagian belakang kulkas yang merupakan area paling dingin dan hindari penyimpanan di pintu kulkas, karena suhu di sana lebih bervariasi.
- Jangan menyimpan ASI yang hangat langsung di kulkas. Dinginkan terlebih dahulu dengan air dingin sebelum dimasukkan ke dalam kulkas untuk mencegah peningkatan suhu kulkas.
4. Penyimpanan di Freezer
For long-term storage, it is best for you to use a freezer. Breast milk stored in a freezer can last between 2 weeks to 12 months, depending on the type of freezer and its temperature.
-
Freezer with one door: Breast milk can be stored for up to 2 weeks.
-
Freezer with two doors: Breast milk can last for up to 6 months.
-
Deep freezer: Breast milk can be stored for up to 12 months, although optimal quality is only up to 6 months.
When storing in a freezer, leave some space in the storage container because breast milk will expand when frozen. Store breast milk in the deepest part of the freezer and avoid areas exposed to temperature fluctuations every time the door is opened.
5. Proper Handling of Expressed Breast Milk
-
Thawing Breast Milk: Frozen breast milk must be thawed slowly in the refrigerator, which takes about 12-24 hours. For faster use, breast milk can be thawed by soaking the container in warm water (not hot water) or using a bottle warmer. Avoid thawing breast milk in a microwave or boiling it, as it can damage its nutritional components and antibodies.
-
Using Thawed Breast Milk: Breast milk that has been thawed in the refrigerator must be used within 24 hours and should not be refrozen. Once breast milk has been warmed, use it within 1-2 hours and do not leave it at room temperature for too long.
-
Warming Breast Milk: Warm breast milk by soaking the container in warm water, not boiling water, to maintain its nutrients. Do not use a microwave because it can create uneven heat and damage breast milk components.
Read also: Good Breast Pumping Schedule & Tips for Maximum Breast Milk Production
Signs of Spoiled Breast Milk
If you find that the breast milk is no longer fit for consumption, it is better to discard it. To avoid things that could endanger the baby's health, pay attention to the following signs of spoiled breast milk.
-
Sour or Strange Smell: Fresh breast milk usually has a mild, slightly sweet, or milky smell. If the breast milk smells sour, rancid, or different from usual, it is a sign that the breast milk has spoiled.
-
Color Change: Fresh breast milk can vary in color from bluish-white, yellowish, or slightly cream, depending on the mother's diet. However, if the breast milk turns an unusual color, such as gray, it could be a sign that it has been contaminated or spoiled.
-
Sour or Bitter Taste: Although mothers rarely taste their breast milk, if it tastes sour or bitter, this is an indication that it is no longer fit for consumption. Normal breast milk has a slightly sweet taste.
-
Layers That Do Not Mix After Shaking: Stored breast milk usually separates into a cream layer on top and a thinner layer below. If after shaking, the layers do not mix back together and continue to look clumpy or separated in a strange way, the breast milk may have spoiled.
-
Breast Milk Stored Too Long: Breast milk that has exceeded the storage limit according to temperature (4 hours at room temperature, 4 days in the refrigerator, or 6 months in a freezer) is most likely spoiled and not fit to be given to the baby, even if it shows no physical signs.
Read also: Good Electric Breast Pump Brands for Smooth Pumping!
That is the important information regarding how long expressed breast milk lasts, factors affecting its durability, how to store it, and signs of spoilage, which will surely add to your knowledge. For breast pump product choices, you should choose the best, such as the Hegen Breast Pump.

The Hegen Breast Pump is the best choice for breastfeeding mothers due to its ergonomic, practical, and hygienic design. This pump is designed to facilitate the pumping process with features such as a closed system that prevents leakage and contamination, as well as ease of use that allows mothers to pump breast milk efficiently and comfortably.
Furthermore, the Hegen Breast Pump can be connected directly to a Hegen bottle, reducing the need to transfer breast milk to other containers, thereby minimizing the risk of spills and maintaining the cleanliness of the breast milk. Its BPA-free and easy-to-sterilize material makes Hegen a safe and reliable choice for mothers and babies. Click here to shop now!
References:
- CDC. Breast Milk Storage and Preparation. https://www.cdc.gov/breastfeeding/breast-milk-preparation-and-storage/handling-breastmilk.html
- Mayo Clinic. Breast milk storage: Do's and don'ts. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breast-milk-storage/art-20046350
- Dina DiMaggio, MD, FAAP. Tips for Freezing & Refrigerating Breast Milk. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/Storing-and-Preparing-Expressed-Breast-Milk.aspx