Suatu hari, Bunda mungkin melihat si Kecil mencoba meraih gelas milik orang dewasa di meja makan. Ia tampak penasaran, ingin ikut mencoba. Namun ketika Bunda memberinya kesempatan, yang terjadi justru susu tumpah, baju basah, bahkan lantai menjadi lengket.
Banyak orang tua langsung berpikir, “sepertinya si Kecil belum siap minum sendiri”. Situasi seperti ini sering menimbulkan berbagai kekhawatiran, misalnya takut si Kecil tersedak saat minum dari gelas, khawatir anak menjadi trauma jika proses belajar minum terasa sulit, atau takut prosesnya terlalu berantakan dan memakan waktu lama.
Padahal sebenarnya, fase ini adalah milestone penting dalam perkembangan anak. Proses belajar minum dari gelas memang tidak selalu rapi, tetapi setiap percobaan kecil adalah bagian dari perkembangan motorik dan kemandirian.
Di sinilah training cup bayi mulai berperan penting. Bukan sekadar gelas kecil, tetapi alat bantu yang dirancang khusus untuk membantu si Kecil melewati fase transisi minum dengan lebih aman dan nyaman.
Training Cup Bukan Sekadar Gelas Kecil
Banyak Bunda bertanya, kapan bayi boleh mulai menggunakan training cup bayi? Secara umum, bayi sudah bisa mulai diperkenalkan pada training cup sejak usia sekitar 6 bulan ke atas, terutama ketika mereka sudah:
-
Dapat duduk tegak dengan cukup stabil
-
Memiliki kontrol leher yang baik
-
Mulai tertarik meniru kebiasaan makan dan minum orang di sekitarnya
Pada tahap ini, training cup bukan sekadar alat minum biasa. Gelas ini berfungsi sebagai alat stimulasi perkembangan, membantu si Kecil belajar keterampilan baru yang akan sangat berguna dalam fase makan dan minum berikutnya.
Fase Transisi Minum dan Perkembangan Oral Motor Skill
Ketika bayi menyusu dari botol atau payudara, mereka menggunakan refleks mengisap. Namun saat mulai menggunakan gelas, mereka harus belajar menyeruput. Perubahan kecil ini ternyata melibatkan perkembangan besar pada tubuh si Kecil, seperti:
-
Peralihan dari refleks mengisap menuju gerakan menyeruput yang lebih terkontrol
-
Aktivasi otot bibir dan lidah yang lebih kompleks
-
Koordinasi tangan dan mulut yang semakin berkembang
-
Penguatan otot rahang
Semua perkembangan ini sangat penting karena berkaitan dengan banyak kemampuan lain, seperti:
-
Kemampuan mengunyah makanan padat
-
Koordinasi makan yang lebih baik
-
Perkembangan artikulasi bicara di masa depan
Selain aspek fisik, ada juga dampak psikologis yang besar. Ketika si Kecil diberi kesempatan mencoba minum sendiri, mereka mulai merasakan rasa percaya diri dan kemandirian.
Secondary Feeding: Peran yang Sering Diremehkan
Dalam dunia nutrisi bayi, terdapat istilah primary feeding dan secondary feeding.
Secondary feeding memiliki beberapa tujuan penting, seperti:
-
Memberi ruang eksplorasi bagi anak
-
Melatih keterampilan minum baru
-
Membantu anak memahami ritme minum yang berbeda dari menyusu
Sayangnya, banyak orang tua mengalami tantangan di fase ini. Beberapa masalah yang sering terjadi antara lain:
-
Transisi dilakukan terlalu mendadak
-
Menggunakan gelas biasa yang terlalu sulit untuk bayi
-
Cairan mudah tumpah sehingga anak menjadi frustrasi
Karena itulah desain training cup bayi sangat menentukan keberhasilan proses ini.
Baca juga: 5 Tips Mengenalkan Sippy Cup & Bedanya dengan Straw Cup
ARC (All-Round Cup): Desain yang Mengikuti Cara Bayi Belajar

Salah satu inovasi yang membantu proses belajar minum adalah ARC atau All-Round Cup. Konsep ini memungkinkan bayi minum dari berbagai sisi gelas, sehingga pengalaman minum terasa lebih alami dan fleksibel. Sistem ARC (All-Round Cup) bekerja dengan cara:
-
Memungkinkan bayi menyeruput dari tepi gelas secara 360°
-
Mengontrol aliran cairan agar tidak keluar berlebihan
-
Membantu bayi belajar menutup bibir pada tepi gelas
Desain ini juga membantu posisi lidah dan bibir menyesuaikan gerakan menyeruput yang lebih natural.
Dengan begitu, training cup bayi dengan desain ARC dapat membantu perkembangan oral motor tanpa membuat si Kecil kewalahan.
Mengapa Transisi Bertahap Lebih Efektif daripada Gelas Terbuka
Sebagian orang tua mencoba langsung memberikan gelas terbuka kepada bayi. Meski terlihat sederhana, cara ini sering kali membuat proses belajar menjadi lebih sulit. Beberapa risiko menggunakan gelas terbuka terlalu cepat antara lain:
Sebaliknya, training cup bayi dengan sistem transisi bertahap membantu si Kecil merasa lebih percaya diri. Keuntungannya antara lain:
-
Anak tetap merasa berhasil saat minum sendiri
-
Mengurangi rasa frustrasi
-
Membantu orang tua lebih tenang saat mendampingi proses belajar
Anak yang merasa berhasil biasanya akan lebih berani mencoba lagi di kesempatan berikutnya.
Baca juga: Mengenal Lebih Jauh Spout, Produk Tepat Transisi dari Dot
Material PPSU: Aman untuk Fase Eksplorasi Intensif
Pada fase belajar minum, bayi sering melakukan berbagai hal yang tidak terduga. Mereka mungkin:
Oleh karena itu, material gelas menjadi faktor yang sangat penting. Salah satu material yang dikenal aman dan tahan lama adalah PPSU (Polyphenylsulfone). Material ini memiliki beberapa keunggulan, seperti:
-
Tahan panas hingga sekitar 180°C
-
Digunakan pada peralatan medis yang membutuhkan sterilisasi berulang
-
Lebih tahan benturan dibanding plastik biasa
-
Tidak mudah berubah warna atau retak
Bagi Bunda, ini berarti training cup bayi tetap aman meski sering disterilkan atau digunakan dalam jangka panjang.
Material yang stabil juga membuat pengalaman minum si Kecil lebih konsisten sehingga proses belajar menjadi lebih nyaman.
Rekomendasi Produk untuk Secondary Feeding
Jika Bunda sedang mencari training cup bayi yang aman dan mendukung perkembangan si Kecil, salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan adalah Hegen PCTO™ Drinking Bottle PPSU. Produk ini dirancang untuk membantu proses secondary feeding dengan lebih optimal.
Beberapa keunggulannya antara lain:
-
Menggunakan material PPSU premium yang tahan panas dan kuat
-
Dilengkapi sistem ARC (All-Round Cup) sehingga bayi dapat minum dari berbagai sisi
-
Kompatibel dengan sistem PCTO™ (Press-to-Close, Twist-to-Open)
-
Desain minimal celah sehingga lebih mudah dibersihkan
Selain itu, sistem modular dari Hegen memungkinkan wadah digunakan untuk berbagai fungsi, mulai dari Express - Store - Feed - Drink. Artinya, Bunda tidak perlu membeli banyak wadah berbeda untuk setiap tahap perkembangan si Kecil.
Dari Botol ke Gelas: Membangun Kemandirian yang Terstruktur

Transisi minum yang ideal biasanya dilakukan secara bertahap, misalnya:
-
Botol PPSU dengan dot
-
Training cup dengan sistem ARC
-
Gelas terbuka penuh
Setiap tahap membantu si Kecil:
Dalam jangka panjang, proses ini membantu anak menjadi lebih mandiri, lebih percaya diri, dan tidak terlalu bergantung pada dot saat bertambah besar
Checklist: Apakah Si Kecil Siap Memulai Training Cup?
Bunda bisa mulai memperkenalkan training cup bayi jika si Kecil menunjukkan beberapa tanda berikut:
-
Sudah bisa duduk dengan stabil
-
Menunjukkan minat pada gelas orang dewasa
-
Sudah mulai makan MPASI
-
Mampu menggenggam benda dengan cukup baik
Jika sebagian besar jawabannya iya, maka fase transisi minum bisa mulai diperkenalkan secara bertahap.
Baca juga: Training Cup Modern Hegen: Aman, Ergonomis, dan Ideal untuk Latihan Minum Mandiri
Milestone Kecil yang Dampaknya Besar
Tumpahan kecil saat belajar minum bukanlah kegagalan. Itu adalah bagian dari proses belajar si Kecil. Dengan bantuan training cup bayi yang tepat, proses transisi dari botol ke gelas bisa menjadi pengalaman yang lebih menyenangkan bagi anak maupun orang tua.
Desain ARC (All-Round Cup) yang mengikuti cara bayi belajar, material PPSU yang aman, serta sistem modular dari Hegen membantu membuat fase secondary feeding menjadi lebih terstruktur dan nyaman.
Karena pada akhirnya, setiap tegukan pertama dari gelas sendiri adalah langkah kecil menuju kemandirian yang lebih besar. Temukan berbagai produk feeding berkualitas dari Hegen dan bantu si Kecil menjalani fase belajar minum dengan lebih percaya diri.