Puting Tidak Lecet, Bayi Kenyang: Begini Cara Pelekatan ASI yang Tepat
Menyusui memang terasa alami, tetapi tidak selalu langsung berjalan mulus. Jika si Kecil sering melepas payudara, sesi menyusu berlangsung lama, atau Bunda mulai merasakan puting nyeri dan lecet, penyebabnya belum tentu karena produksi ASI kurang. Bisa jadi, pelekatan (latch) saat menyusui belum tepat.
Padahal, cara pelekatan menyusui yang benar berperan penting agar bayi dapat menyusu lebih efektif dan Bunda tetap nyaman. Artikel ini membahas tanda-tanda latch yang baik, kesalahan yang sering terjadi, serta tips mendukung pengalaman menyusui yang lebih lancar.
Mengapa Pelekatan Menyusui Menjadi Kunci Keberhasilan Menyusui?
Masalah menyusui sering kali bukan karena kurangnya ASI, melainkan karena transfer ASI yang belum optimal. Latch yang tepat memengaruhi efektivitas bayi mengisap, karena si Kecil perlu mengambil sebagian besar areola, bukan hanya puting, agar ASI bisa keluar dengan lancar.
Alurnya sederhana, pelekatan yang tepat menghasilkan hisapan yang efektif, hisapan efektif membantu transfer ASI lebih optimal, dan transfer ASI yang optimal membuat Bunda lebih nyaman selama menyusui.
Mengenal Apa Itu Latch atau Pelekatan Menyusui
Latch bukan sekadar bayi menempel pada payudara, melainkan bagaimana ia menggunakan teknik hisapan yang tepat. Proses ini melibatkan posisi mulut bayi saat menyusu, posisi lidah, area payudara yang masuk ke mulutnya, serta koordinasi antara mengisap, menelan, dan bernapas.
Ciri-Ciri Pelekatan Menyusui yang Sudah Benar
-
Mulut bayi terbuka lebar, dengan bibir yang terbuka keluar dan dagu menyentuh payudara.
-
Sebagian besar areola masuk ke mulut bayi, bukan hanya mengisap ujung puting.
-
Terdengar suara menelan sebagai tanda si Kecil benar-benar mendapatkan ASI.
-
Bunda juga tidak merasakan nyeri tajam, karena sensasi tarikan normal berbeda dengan nyeri akibat latch yang salah.
-
Setelah menyusu, bayi tampak lebih tenang, sebagai tanda ia mendapatkan asupan yang cukup.
Langkah-Langkah Melakukan Pelekatan Menyusui yang Benar
-
Cari posisi Bunda yang nyaman, dengan punggung tersangga, bahu rileks, dan bayi didekatkan pada tubuh Bunda.
-
Arahkan hidung bayi sejajar dengan puting, karena posisi ini membantu bayi membuka mulut lebih lebar.
-
Tunggu hingga mulut bayi terbuka lebar sebelum mendekatkannya ke payudara.
-
Dekatkan bayi ke payudara, bukan membungkukkan tubuh Bunda ke arah bayi, agar posisi tetap nyaman dalam waktu lama.
-
Terakhir, evaluasi apakah bayi menyusu secara efektif dengan memperhatikan ciri-ciri latch yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Kesalahan Pelekatan Menyusui yang Sering Terjadi

Sumber: Pexels
Beberapa kesalahan kecil saat menyusui dapat membuat puting terasa nyeri dan bayi tidak mendapatkan ASI secara optimal, di antaranya:
-
Bayi hanya mengisap puting, bukan sebagian besar areola. Kondisi ini sering menyebabkan puting lecet dan ASI keluar kurang efektif.
-
Posisi tubuh bayi belum sejajar menghadap Bunda, sehingga pelekatan mudah lepas dan bayi kesulitan menyusu dengan nyaman.
-
Cara menopang payudara kurang tepat, sehingga menyulitkan bayi mendapatkan latch yang dalam.
-
Tetap memaksa menyusui saat terasa nyeri, padahal rasa sakit biasanya menandakan pelekatan perlu diperbaiki.
Bagaimana cara pelekatan menyusui yang benar? Pastikan mulut bayi terbuka lebar, sebagian besar areola masuk ke mulutnya, bibir mengatup ke luar, dan Bunda tidak merasakan nyeri tajam saat menyusui.
Mengapa puting masih terasa sakit meski bayi sudah menyusu? Penyebab yang paling sering adalah latch yang belum tepat, sehingga bayi hanya mengisap bagian puting, bukan areola. Memperbaiki pelekatan biasanya dapat membuat proses menyusui jauh lebih nyaman bagi Bunda dan si Kecil.
Baca juga: Kapan Bayi Bisa Pegang Botol Sendiri? Ternyata Bentuk Botol Juga Berpengaruh
Hubungan Pelekatan dengan Produksi ASI
Pengosongan payudara yang efektif berpengaruh besar terhadap stimulasi produksi ASI. Bayi yang menyusu dengan latch yang baik membantu stimulasi alami tubuh Bunda untuk memproduksi ASI sesuai kebutuhan.
Karena itu, memperbaiki latch sering kali menjadi langkah awal sebelum mencari solusi lain terkait produksi ASI yang dirasa kurang.
Ketika Bunda Perlu Mengombinasikan ASI Langsung dan ASI Perah
Ada kalanya Bunda perlu kembali bekerja, si Kecil membutuhkan ASIP, atau Bunda menginginkan fleksibilitas dalam pemberian ASI. Kombinasi direct breastfeeding dan bottle feeding dapat dilakukan dengan memilih sistem yang tetap mendukung pengalaman menyusu alami bagi bayi.
Memilih Botol yang Mendukung Pengalaman Menyusu Lebih Natural

Sumber: Hegen
Feeding bottle Hegen memiliki bentuk ergonomis yang nyaman digunakan, baik oleh Bunda maupun bayi, sehingga mendukung aktivitas feeding sehari-hari dengan lebih praktis. Dengan material PPSU dan Smart Anti-Colic Air Vent System, botol minum susu Hegen juga mendukung posisi menyusui yang tegak sehingga mencegah tersedak dan risiko infeksi telinga.
Dengan Feeding System yang mendukung rangkaian dari direct breastfeeding, pumping, penyimpanan ASI, hingga bottle feeding, Hegen membantu menjaga konsistensi pengalaman menyusu si Kecil di setiap tahap perjalanan ASI.
Dot Anti Kolik Hegen dirancang dengan Super Soft Elliptical-Shaped Silicone Teat yang meniru bentuk alami payudara, sehingga membantu meminimalkan nipple confusion dan mendorong latch-on alami. Desain ini membuat bayi lebih mudah mengombinasikan menyusui langsung dan botol tanpa kebingungan pola isapan.
Cara Mengetahui Apakah Bayi Mendapat ASI yang Cukup
Frekuensi buang air kecil yang cukup, kenaikan berat badan sesuai grafik pertumbuhan, bayi yang tampak aktif dan responsif, serta pola menyusu yang lebih teratur menjadi indikator penting selain sekadar durasi menyusu.
Checklist Pelekatan Menyusui yang Benar
-
Mulut bayi terbuka lebar
-
Bibir membuka keluar
-
Dagu menyentuh payudara
-
Hidung dekat dengan payudara
-
Tidak ada rasa nyeri berlebihan
-
Terdengar suara menelan
-
Bayi tampak puas setelah menyusu.
Kapan Perlu Konsultasi dengan Konselor Laktasi?
Segera konsultasikan jika puting terus lecet, bayi sulit mempertahankan latch, berat badannya tidak mengalami kenaikan, Bunda merasa nyeri saat menyusui, atau produksi ASI terasa menurun.
Menurut HealthyChildren.org dari American Academy of Pediatrics (AAP), memastikan posisi bayi sejajar antara telinga, bahu, dan pinggul dapat membantu proses latch menjadi lebih mudah dan nyaman.
Cleveland Clinic juga menyebutkan bahwa latch yang dangkal, di mana bayi tidak mengambil cukup banyak jaringan payudara, merupakan penyebab paling umum dari kesulitan menyusui di awal. Sementara itu, La Leche League menekankan pentingnya posisi tubuh bayi yang menempel dekat dengan Bunda agar proses pelekatan berjalan lebih alami.
FAQ Seputar Pelekatan Menyusui
Bagaimana cara pelekatan menyusui yang benar? Pastikan mulut bayi terbuka lebar, dagu menyentuh payudara, dan sebagian besar areola masuk ke mulutnya.
Apakah latch yang salah bisa membuat ASI tidak keluar optimal? Ya, latch yang dangkal membuat transfer ASI kurang efektif meski produksi ASI Bunda cukup.
Bagaimana tanda bayi mendapatkan ASI saat menyusu? Terdengar suara menelan dan bayi tampak lebih tenang setelah menyusu.
Apakah bayi bisa bingung puting saat menggunakan botol? Bisa, namun risiko ini dapat diminimalkan dengan dot yang menyerupai bentuk payudara alami.
Apa kelebihan dot Hegen untuk kombinasi ASI langsung dan ASIP? Bentuknya membantu mendorong latch-on alami sehingga transisi antara payudara dan botol lebih mudah.
Kapan sebaiknya berkonsultasi soal latch? Jika puting terus lecet, bayi sulit mempertahankan latch, atau berat badannya tidak naik sesuai harapan.
Baca juga: Bayi Rewel Saat Menyusu? Ini 9 Penyebab Umum dan Cara Mengatasinya
Dukung Perjalanan Menyusui dengan Lebih Nyaman
Pelekatan menyusui yang benar membantu bayi mendapatkan ASI secara optimal sekaligus mengurangi risiko puting lecet. Jika Bunda juga memberikan ASI perah, memilih feeding system yang tepat dapat membuat transisi antara menyusu langsung dan botol tetap nyaman bagi si kecil.
Hegen menghadirkan Feeding Bottle ergonomis dengan dot yang mendukung pola hisap alami, sehingga cocok untuk mendampingi perjalanan menyusui keluarga. Yuk, temukan Feeding System Hegen yang dirancang fleksibel untuk mendukung kebutuhan Bunda, mulai dari direct breastfeeding hingga pemberian ASIP.
Referensi
1. American Academy of Pediatrics (AAP). Ensuring Proper Latch On While Breastfeeding. HealthyChildren.org. https://www.healthychildren.org/English/ages-stages/baby/breastfeeding/Pages/ensuring-proper-latch-on.aspx
2. Cleveland Clinic. Getting a Good Breastfeeding Latch & What To Know About Latch. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/breastfeeding-latch
3. La Leche League International / GB. Positioning & Attachment. https://laleche.org.uk/positioning-attachment/