Cara Memijat Payudara agar ASI Keluar Lebih Lancar: Teknik, Manfaat, dan Waktu yang Tepat Melakukannya
Banyak ibu menyusui pernah mengalami momen ketika sesi pumping terasa kurang maksimal. Setelah hampir 20 menit memompa, botol masih terisi sedikit, sementara bayi akan segera bangun untuk menyusu. Kondisi ini sering memicu kekhawatiran bahwa produksi ASI mulai menurun, padahal belum tentu demikian. Salah satu penyebabnya adalah refleks pengeluaran ASI atau let-down reflex yang belum terstimulasi dengan baik.
Karena itu, memahami cara memijat payudara agar keluar ASI dapat menjadi langkah sederhana untuk membantu ASI mengalir lebih lancar sebelum menyusui maupun pumping. Teknik yang tepat juga membuat ibu lebih nyaman selama proses menyusui sekaligus meningkatkan efektivitas pengosongan payudara. Semuanya telah terangkum dalam artikel berikut!
Apa Itu Pijat Payudara untuk Ibu Menyusui?
Pijat payudara atau breast massage merupakan teknik memberikan tekanan lembut pada jaringan payudara untuk membantu memperlancar aliran ASI. Berbeda dengan pijat kecantikan yang bertujuan membentuk atau mengencangkan payudara, pijat laktasi difokuskan untuk mendukung proses menyusui.
Tujuan utamanya bukan memproduksi ASI secara instan, melainkan membantu pengeluaran ASI yang memang sudah diproduksi tubuh. Dengan memahami cara memijat payudara agar keluar ASI, ibu dapat membantu merangsang refleks oksitosin sehingga ASI lebih mudah mengalir saat bayi menyusu atau ketika menggunakan pompa ASI.
Bagaimana Pijat Payudara Membantu ASI Keluar Lebih Lancar?
Produksi ASI dipengaruhi hormon prolaktin, sedangkan pengeluarannya dipengaruhi hormon oksitosin. Pijat payudara membantu mengoptimalkan mekanisme alami tersebut. Begini penjelasannya:
-
Peran Hormon Oksitosin dalam Let-Down Reflex
Sentuhan lembut pada payudara dapat merangsang pelepasan hormon oksitosin. Hormon ini menyebabkan sel-sel di sekitar alveoli berkontraksi sehingga ASI terdorong menuju saluran ASI dan keluar lebih mudah.
-
Mengurangi Sumbatan pada Saluran ASI
Pijatan ringan membantu memperlancar aliran ASI sehingga mengurangi risiko saluran ASI tersumbat akibat penumpukan ASI.
-
Membantu Payudara Terasa Lebih Nyaman saat Penuh
Payudara yang terlalu penuh sering terasa kencang dan tidak nyaman. Pijat lembut dapat membantu mengurangi tekanan sehingga ibu merasa lebih lega.
-
Membuat proses pumping menjadi lebih efektif
Melakukan cara memijat payudara agar keluar ASI sebelum pumping sering kali membantu mempercepat keluarnya ASI sehingga sesi memompa menjadi lebih optimal.
Kapan Waktu Terbaik Memijat Payudara?
Beberapa waktu yang disarankan untuk melakukan pijat payudara antara lain:
-
Sebelum menyusui langsung.
-
Sebelum pumping.
-
Saat payudara terasa penuh.
-
Ketika mulai muncul tanda saluran ASI tersumbat.
Durasi ideal sekitar 3-5 menit dengan tekanan ringan. Hindari memijat terlalu keras karena dapat menyebabkan nyeri atau memar.
Cara Memijat Payudara agar Keluar ASI Lebih Lancar
Berikut cara memijat payudara agar keluar ASI yang mudah dipraktikkan di rumah.
-
Langkah 1: Cuci tangan dan cari posisi nyaman
Pastikan tangan bersih. Duduk dengan posisi rileks agar tubuh tidak tegang.
-
Langkah 2: Gunakan kompres hangat beberapa menit
Kompres hangat membantu melemaskan jaringan payudara sekaligus mendukung refleks pengeluaran ASI.
-
Langkah 3: Pijat lembut dari pangkal menuju areola
Gunakan ujung jari atau telapak tangan untuk mengusap perlahan dari bagian luar menuju areola tanpa menekan terlalu kuat.
-
Langkah 4: Gunakan gerakan melingkar dengan tekanan ringan
Buat gerakan memutar kecil di beberapa area payudara agar aliran ASI lebih lancar.
-
Langkah 5: Lakukan hand expression ringan bila diperlukan
Jika ASI mulai keluar, ibu dapat melakukan pemerahan manual secara perlahan sebelum menggunakan pompa.
-
Langkah 6: Segera lanjutkan dengan menyusui atau pumping
Setelah melakukan cara memijat payudara agar keluar ASI, segera susui bayi atau lakukan pumping agar refleks oksitosin tetap optimal.
Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Memijat Payudara
Beberapa kesalahan yang perlu dihindari saat ibu sedang memijat payudara meliputi hal-hal berikut:
-
Memijat terlalu keras hingga menyebabkan nyeri.
-
Menekan puting secara langsung.
-
Menggunakan minyak atau krim yang tidak aman untuk ibu menyusui.
-
Memijat terlalu lama hingga jaringan menjadi sensitif.
-
Tetap memijat saat mengalami infeksi payudara tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Cara Mengoptimalkan Hasil Pumping Setelah Pijat Payudara
Agar hasil pumping lebih optimal setelah melakukan pijat payudara, ibu sebaiknya memperhatikan hal-hal berikut:
1. Pumping Segera setelah Pijatan
Refleks oksitosin biasanya sedang aktif setelah pijatan sehingga sebaiknya langsung dilanjutkan dengan pumping.
2. Pastikan Ukuran Corong Pompa Sesuai
Corong yang sesuai ukuran puting membantu proses memompa lebih nyaman dan efisien.
3. Jangan Memindahkan ASI Berkali-kali
Semakin sedikit proses perpindahan ASI ke wadah lain, semakin praktis penyimpanan sekaligus membantu mengurangi risiko kontaminasi akibat perpindahan wadah berulang. Karena itu, cara memijat payudara agar keluar ASI akan semakin optimal jika didukung sistem pumping yang efisien.
Mengapa Sistem Pumping yang Praktis Membantu Ibu Menyusui Lebih Konsisten?
Banyak ibu harus membagi waktu antara menyusui, bekerja, mengurus rumah, hingga memompa ASI beberapa kali sehari. Rutinitas yang melibatkan banyak wadah sering kali terasa melelahkan.
Sistem pumping yang praktis membantu menghemat waktu, mengurangi proses mencuci perlengkapan, dan membuat ibu lebih konsisten mempertahankan jadwal pumping.
Solusi Pumping yang Lebih Praktis Bersama Hegen

Hegen menjadi jawaban ideal yang mendukung produksi ASI selalu lancar. Berikut alasan kenapa Hegen layak ibu pilih:
1. Hegen Breast Pump Adapter
Hegen Breast Pump Adapter memungkinkan ibu memompa ASI langsung ke botol Hegen tanpa perlu memindahkan ASI ke wadah lain. Solusi ini cocok bagi ibu bekerja maupun ibu yang lebih banyak beraktivitas di rumah.
2. Multifunctional Feeding System
Hegen menghadirkan alur yang sederhana yaitu pump-simpan-hangatkan-susui bayi. Seluruh proses menggunakan wadah yang sama sehingga lebih efisien, membantu mengurangi risiko tumpah, sekaligus mempermudah rutinitas pumping harian.
3. Botol PPSU Medical Grade
Botol Hegen terbuat dari PPSU Medical Grade yang ringan, tahan benturan, tahan suhu tinggi, serta bebas BPA, BPS, dan bahan berbahaya sehingga aman digunakan berulang setiap hari.
4. Press-to-Close™ One-Hand Closure
Teknologi Press-to-Close™ memungkinkan botol ditutup hanya dengan satu tekanan. Tutup anti bocor ini memudahkan ibu yang sedang menggendong bayi sehingga penggunaan menjadi lebih praktis.
Baca juga: Payudara Sakit saat Menyusui? Tenang, Lakukan 7 Hal Ini
Tips Agar Produksi ASI Tetap Optimal Selain Pijat Payudara
Ada beberapa tips yang bisa mengoptimalkan produksi ASI selain pijat payudara. Apa saja itu? Simak ini!
-
Susui atau pumping secara rutin: Semakin sering payudara dikosongkan, semakin baik stimulasi produksi ASI.
-
Cukupi kebutuhan cairan: Pastikan tubuh tetap terhidrasi setiap hari.
-
Konsumsi makanan bergizi seimbang: Perbanyak protein, sayuran, buah, dan sumber lemak sehat.
-
Istirahat yang cukup: Kurang tidur dapat memengaruhi kondisi fisik dan kenyamanan ibu menyusui.
-
Kelola stres: Relaksasi, dukungan keluarga, dan suasana menyusui yang nyaman membantu memperlancar refleks oksitosin.
-
Lakukan skin-to-skin contact: Kontak kulit dengan bayi membantu meningkatkan ikatan emosional sekaligus mendukung proses menyusui.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Konselor Laktasi atau Dokter?
Segera konsultasikan apabila mengalami:
-
Benjolan payudara yang tidak hilang.
-
Demam disertai nyeri payudara.
-
Nyeri hebat saat menyusui.
-
ASI tidak keluar sama sekali.
-
Berat badan bayi tidak mengalami kenaikan sesuai usia.
Baca juga: Penyebab & 6 Cara Mengatasi Payudara Bengkak Saat Menyusui
Pijat payudara bukanlah solusi instan untuk meningkatkan produksi ASI, tetapi merupakan salah satu cara efektif membantu memperlancar refleks pengeluaran ASI ketika dipadukan dengan teknik menyusui yang benar, frekuensi pumping yang konsisten, dan pola hidup sehat.
Menerapkan cara memijat payudara agar keluar ASI sebelum menyusui atau memompa dapat membuat proses pengosongan payudara lebih nyaman. Agar rutinitas semakin praktis, Hegen Breast Pump Adapter memungkinkan ibu memompa langsung ke botol PPSU Medical Grade melalui Multifunctional Feeding System tanpa perlu memindahkan ASI ke wadah lain.
Ditambah tutup Press-to-Close™ yang anti bocor dan mudah digunakan dengan satu tangan, seluruh proses mulai dari memompa, menyimpan, menghangatkan, hingga memberikan ASI kepada bayi menjadi lebih efisien, higienis, dan nyaman untuk mendukung perjalanan menyusui setiap hari. Dapatkan produknya sekarang dengan mengunjungi halaman Hegen Indonesia!