Pertama Jadi Ibu, Ini Cara Memberi ASI pada Bayi Baru Lahir yang Tepat
Hari-hari pertama menyusui tidak selalu berjalan seperti yang dibayangkan. Si Kecil bisa masih mengantuk, latch belum tepat, atau Bunda merasa cemas karena ASI belum keluar banyak.
Tenang, Bunda, fase ini memang menjadi masa belajar bagi keduanya. Memahami cara memberi ASI pada bayi baru lahir, mulai dari mengenali tanda lapar, posisi menyusui, hingga menyiapkan perlengkapan untuk ASIP, dapat membantu proses menyusui terasa lebih nyaman dan percaya diri.
Mengapa Hari-Hari Pertama Menjadi Pondasi Penting dalam Perjalanan Menyusui?
Setelah melahirkan, tubuh Bunda mengalami perubahan hormon yang memicu produksi ASI. Kolostrum, ASI pertama yang keluar, berperan sebagai nutrisi awal bagi si kecil. Meski volumenya terlihat sedikit, kolostrum sudah cukup memenuhi kebutuhan bayi di hari-hari pertama, karena kapasitas lambungnya yang masih sangat kecil.
Menyusui adalah proses belajar dua arah. Bayi belajar melakukan latch, sementara Bunda belajar mengenali pola menyusuinya. Membangun rasa percaya diri sejak awal menjadi kunci penting agar perjalanan menyusui terasa lebih tenang, tanpa perlu membandingkan diri dengan pengalaman ibu lain.
Langkah demi Langkah Cara Memberi ASI pada Bayi Baru Lahir
Langkah 1: Mulai dengan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)
Skin-to-skin contact memberi kesempatan bayi mencari payudara secara alami, dan proses ini membantu keberhasilan menyusui dalam jangka panjang.
Langkah 2: Kenali Tanda Bayi Mulai Lapar Sebelum Menangis
Tanda lapar dini meliputi mengisap tangan, membuka mulut, menggerakkan kepala mencari puting atau rooting reflex, dan gelisah saat tidur. Menyusui pada tahap ini membuat proses latch menjadi lebih mudah.
Langkah 3: Perhatikan Posisi Menyusui yang Nyaman untuk Ibu dan Bayi
Pastikan kepala dan tubuh bayi sejajar, perutnya menghadap tubuh Bunda, dan mulutnya terbuka lebar. Deep latch jauh lebih penting daripada sekadar puting yang masuk ke mulut.
Langkah 4: Biarkan Bayi Menentukan Lama Menyusu
Tidak perlu selalu dibatasi menit. Membiarkan satu payudara kosong sebelum berpindah membantu bayi mendapatkan hindmilk yang penting bagi pertumbuhannya.
Langkah 5: Sendawakan Bayi Setelah Menyusu
Langkah sederhana ini membantu mengurangi rasa tidak nyaman pada perut bayi setelah menyusu.
Seberapa Sering Bayi Baru Lahir Harus Menyusu?
Bayi baru lahir umumnya menyusu sekitar 8 hingga 12 kali dalam 24 jam. Pola setiap bayi bisa berbeda, dan growth spurt dapat membuat bayi tampak terus ingin menyusu pada periode tertentu. Bila Bunda merasa ragu dengan pola menyusui si kecil, jangan ragu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Bagaimana Mengetahui Bayi Sudah Mendapat ASI yang Cukup?

Sumber: Pexels
Beberapa tanda yang bisa diperhatikan saat bayi telah mendapat cukup asupan ASI meliputi:
-
Frekuensi buang air kecil
-
BAB yang sesuai usia
-
Berat badan yang terus bertambah
-
Bayi tampak puas setelah menyusu
-
Tidur lebih tenang setelah kenyang.
Durasi menyusu bukan satu-satunya indikator keberhasilan, sehingga Bunda tidak perlu membandingkan dengan pengalaman ibu lain.
Kapan ASIP Mulai Dapat Diberikan?
Kondisi yang Membuat ASIP Menjadi Pilihan
Beberapa situasi seperti Bunda kembali bekerja, bayi dirawat terpisah sementara, atau ayah dan caregiver membantu pemberian ASI membuat ASIP menjadi solusi yang tepat.
Bagaimana Memperkenalkan ASIP Tanpa Mengganggu Proses Menyusu Langsung?
Tunggu hingga menyusui mulai stabil bila memungkinkan, jaga rutinitas direct breastfeeding, dan pilih dot yang mendukung pola hisapan alami bayi.
Baca juga: Cara Pumping ASI yang Benar: Hasil ASIP Optimal dan Tetap Nyaman untuk Ibu
Memilih Feeding Bottle yang Mendukung, Bukan Mengubah Cara Bayi Menyusu
Botol susu ideal bukan sekadar wadah ASIP, tetapi sebaiknya tetap mempertahankan pengalaman menyusu yang sedekat mungkin dengan menyusu langsung.
Mengapa Desain Dot Berpengaruh pada Pengalaman Menyusu Bayi?
Teat yang dirancang menyerupai bentuk payudara ibu membantu bayi melakukan deep latch, mendukung transisi antara menyusu langsung dan ASIP, serta membantu meminimalkan risiko bingung puting.
Hegen PCTO™ 60ml/2oz Feeding Bottle: Solusi Praktis Sejak Hari-Hari Pertama
Salah satu tantangan di hari-hari awal adalah menampung kolostrum yang jumlahnya masih sedikit, atau membantu bayi prematur maupun berat lahir rendah yang masih belajar mengoordinasikan hisapan dan tekan telan. Hegen PCTO™ 60ml/2oz Feeding Bottle PPSU dirancang untuk menjawab kebutuhan ini.

BELI Hegen PCTO™ 60ml/2oz Feeding Bottle PPSU
Botol berukuran 60ml/2oz ini dapat berfungsi ganda sebagai colostrum collector pada hari-hari pertama produksi ASI, sekaligus pada minggu-minggu awal saat Bunda sedang membangun aliran ASI. Botol ini dilengkapi teat extra slow flow yang ideal untuk bayi prematur, berat lahir rendah, atau bayi dengan tantangan fisik tertentu yang masih belajar menyusu.
Seiring waktu, Bunda dapat mengganti teat sesuai kebutuhan si kecil, mulai dari slow, medium, fast, hingga thick feed, yang tersedia terpisah. Ukuran 2oz ini juga pas digunakan untuk menyimpan dan memberikan satu porsi makanan lembut ketika si kecil mulai siap MPASI.
Dengan breast milk storage lid yang tersedia terpisah, botol feeding ini juga dapat diubah menjadi wadah penyimpanan kedap udara hanya dengan mengganti tutupnya. Wadah yang sama bisa terus digunakan seiring tumbuh kembang si kecil, mulai dari snack cup hingga tempat menyimpan puree, biskuit, buah, atau jus.
🍼 Ingin menemani hari-hari pertama menyusui si kecil dengan lebih tenang? Kenali lebih lanjut Hegen PCTO™ Feeding Bottle di sini dan temukan solusi yang tumbuh bersama kebutuhan si kecil.
Saat Ibu Mulai Menyimpan ASIP, Feeding System yang Tepat Bikin Rutinitas Lebih Praktis
Bukan hanya soal memilih botol, Bunda juga perlu mempertimbangkan feeding system secara keseluruhan. Hegen PCTO™ (Press-to-Close, Twist-to-Open) memungkinkan satu wadah digunakan untuk memompa, menyimpan ASIP, hingga feeding.
Dengan begitu, Bunda tidak perlu sering memindahkan ASI ke wadah lain, sehingga rutinitas pumping dan feeding terasa lebih praktis, terutama bagi Bunda yang aktif.
Hadapi Hari-Hari Pertama Menyusui dengan Hegen Feeding System
Menyusui bukan tentang menjadi sempurna, tetapi menemukan ritme yang tepat bersama si kecil. Setiap ibu memiliki perjalanan menyusui yang unik, dan dengan memahami kebutuhan bayi sejak hari pertama serta didukung feeding system yang mengikuti setiap tahap tumbuh kembang, proses menyusui dapat terasa lebih nyaman dan konsisten.
Hegen hadir bukan untuk menggantikan peran menyusui langsung, melainkan mendukung perjalanan Bunda, mulai dari direct breastfeeding, penyimpanan ASIP, hingga pemberian ASIP ketika diperlukan, melalui solusi yang dirancang mengikuti pengalaman menyusu alami bayi.
🌿 Yuk, lewati hari-hari pertama menyusui dengan lebih percaya diri. Jelajahi koleksi Hegen PCTO™ Feeding System di Hegen dan temukan pendamping yang tepat untuk perjalanan menyusui Bunda.
FAQ Seputar Cara Memberi ASI pada Bayi Newborn
Bagaimana langkah menyusui bayi baru lahir yang tepat?
Mulai dengan IMD segera setelah lahir, kenali tanda lapar dini, perhatikan posisi menyusui yang tepat, dan biarkan bayi menentukan lama menyusunya sendiri.
Berapa kali bayi baru lahir harus menyusu dalam sehari?
Umumnya 8 hingga 12 kali dalam 24 jam, meski pola setiap bayi bisa berbeda.
Bagaimana mengetahui bayi cukup ASI?
Perhatikan frekuensi BAK dan BAB, kenaikan berat badan, serta apakah bayi tampak puas dan tenang setelah menyusu.
Kapan ASIP mulai bisa diberikan kepada bayi?
ASIP dapat diperkenalkan setelah menyusui mulai stabil, terutama bila Bunda kembali bekerja atau membutuhkan bantuan caregiver.
Apa manfaat botol dengan teat extra slow flow?
Membantu bayi prematur atau berat lahir rendah yang masih belajar mengoordinasikan hisapan dan telan agar tetap nyaman saat minum.
Apakah satu botol bisa digunakan untuk pumping, menyimpan, dan menyusui?
Ya, dengan sistem Press-to-Close Twist-to-Open dan penutup yang dapat diganti, satu wadah dapat mendukung seluruh proses tersebut.
Referensi
-
American Academy of Pediatrics (AAP). (2022). Breastfeeding Your Newborn. Diakses dari https://www.healthychildren.org
-
Centers for Disease Control and Prevention (CDC). (2023). Breastfeeding: Learning to Breastfeed. Diakses dari https://www.cdc.gov/breastfeeding
-
NHS UK. (2023). Breastfeeding: The First Few Days. Diakses dari https://www.nhs.uk/conditions/baby/breastfeeding-and-bottle-feeding/breastfeeding/
-
Mayo Clinic. (2022). Breastfeeding: How to Get Started. Diakses dari https://www.mayoclinic.org
-
World Health Organization (WHO). (2023). Infant and Young Child Feeding. Diakses dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/infant-and-young-child-feeding