Melihat bayi menangis ketika lapar tentu membuat hati Bunda ikut cemas. Namun ada situasi yang cukup sering terjadi: bayi tampak lapar, mulai menyusu, lalu tiba tiba menangis, melengkungkan tubuh, bahkan menolak puting. Kondisi bayi marah saat menyusu ini sering membuat Bunda bingung dan merasa khawatir.
Padahal, dalam banyak kasus, bayi bukan menolak ASI atau susu. Ia hanya sedang memberi sinyal bahwa ada sesuatu yang membuat proses menyusu terasa tidak nyaman. Dengan memahami penyebabnya, Bunda bisa membantu membuat sesi menyusu kembali tenang dan menyenangkan.
Kenapa Bayi Marah Saat Menyusu?
Bunda mungkin pernah melihat bayi terlihat lapar, mulai menyusu, tetapi tiba tiba menangis atau menolak puting. Kondisi bayi marah saat menyusu cukup sering terjadi dan biasanya menandakan ada hal yang membuat si kecil tidak nyaman.
Beberapa penyebab yang paling umum antara lain:
-
Gas atau kolik: Udara yang tertelan saat menyusu dapat membuat perut bayi kembung sehingga ia menjadi rewel.
-
Pelekatan kurang tepat: Latch yang kurang dalam membuat bayi harus mengisap lebih kuat, sehingga cepat lelah.
-
Aliran susu tidak sesuai: Aliran terlalu cepat bisa membuat bayi tersedak, sedangkan aliran terlalu lambat membuat bayi frustrasi.
-
Refluks atau perut tidak nyaman: Gumoh atau refluks ringan juga dapat membuat bayi tidak nyaman saat menyusu.
-
Lingkungan terlalu ramai: Suara bising atau cahaya terang bisa membuat bayi sulit fokus saat minum.
Dengan memperhatikan tanda yang muncul, Bunda biasanya dapat lebih mudah memahami penyebab bayi marah saat menyusu.
Marah Saat Menyusu Bukan Berarti Bayi Menolak ASI
Menyusu adalah proses yang cukup kompleks bagi bayi karena ia harus mengisap, menelan, dan bernapas secara bersamaan. Ketika salah satu proses ini terasa sulit, bayi bisa merasa frustrasi. Inilah yang sering terlihat sebagai bayi marah saat menyusu, bukan karena ia menolak ASI.
Cara Membaca Pola Marah Bayi Saat Menyusu

Sumber: Hegen
Memahami pola perilaku bayi dapat membantu Bunda menemukan penyebabnya.
-
Jika bayi marah di awal menyusu, kemungkinan aliran susu terlalu cepat atau udara mulai masuk ke perut.
-
Jika bayi marah setelah menyusu cukup lama, bisa jadi aliran susu mulai melambat sehingga bayi lelah.
-
Jika bayi melengkungkan tubuh, biasanya berkaitan dengan gas atau refluks.
-
Jika bayi batuk atau tersedak, kemungkinan aliran susu terlalu deras.
Penyebab & Solusi: Gas pada Perut Bayi yang Sering Tidak Disadari
Gas merupakan salah satu penyebab paling umum bayi marah saat menyusu. Tanda yang sering muncul antara lain bayi sering menggeliat, mengejan setelah minum, atau sering bersendawa kecil.
Untuk membantu mengatasinya, Bunda bisa memberi jeda untuk bersendawa, menyusui dalam posisi lebih tegak, serta memastikan alat minum bayi membantu mengurangi udara yang masuk.
Penyebab & Solusi: Latch Dangkal Membuat Bayi Cepat Lelah
Pelekatan yang kurang dalam membuat bayi tidak mendapatkan susu secara optimal. Tanda yang sering muncul misalnya bunyi klik saat menyusu, pipi bayi terlihat kempes, atau puting terasa perih setelah menyusui.
Memperbaiki posisi menyusui dan memastikan mulut bayi terbuka lebar saat menempel pada payudara dapat membantu mengatasi masalah ini.
Penyebab & Solusi: Lingkungan Menyusu yang Nyaman
Bayi mudah terdistraksi oleh suara dan cahaya. Karena itu, suasana menyusui yang tenang dapat membantu bayi lebih fokus. Bunda bisa memilih ruangan dengan cahaya lembut, mengurangi suara bising, dan melakukan skin to skin agar bayi lebih rileks.
Baca juga: Satu Wadah, Banyak Fungsi: Tempat Menyimpan Makanan Bayi yang Tepat
Cara Membuat Proses Menyusu Lebih Nyaman

Sumber: Hegen
Agar sesi menyusu lebih lancar, Bunda bisa menerapkan beberapa hal sederhana berikut:
-
Tenang: Bunda yang rileks membantu bayi merasa lebih nyaman.
-
Posisi lebih tegak: Posisi ini membantu mengurangi udara yang masuk dan menurunkan risiko gumoh.
-
Ritme menyusu teratur: Berikan jeda untuk bersendawa selama proses menyusu.
-
Peralatan menyusu yang tepat: Botol atau dot dengan desain yang mendukung dapat membantu bayi minum dengan lebih stabil dan nyaman.
Peran Botol yang Tepat dalam Feeding, Hegen Pilihan Investasi Cerdas
Bagi Bunda yang mengombinasikan menyusui langsung dengan pemberian ASI melalui botol, memilih botol yang tepat dapat membantu membuat proses feeding terasa lebih nyaman. Botol yang dirancang dengan baik dapat mengurangi gangguan saat bayi minum sekaligus mendukung rutinitas menyusu yang lebih tenang.
Hegen Feeding Bottle dirancang untuk mendukung proses menyusu yang lebih natural bagi bayi. Dengan berbagai inovasi desain yang berfokus pada kenyamanan si kecil, botol ini membantu bayi minum dengan lebih tenang sekaligus memudahkan rutinitas feeding sehari hari.
1. Sistem Anti Colic untuk Mengurangi Udara yang Masuk

Salah satu keunggulan botol Hegen adalah Smart Anti-Colic Air Vent System yang membantu mengurangi udara yang masuk saat bayi minum. Dengan udara yang lebih sedikit tertelan, risiko perut kembung dapat diminimalkan sehingga bayi merasa lebih nyaman saat menyusu.
Hal ini penting karena perut yang kembung sering menjadi salah satu pemicu bayi rewel ketika sedang minum.
2. Dot Lembut yang Menyerupai Payudara
Dot silikon berbentuk elips pada botol Hegen dirancang menyerupai bentuk alami payudara. Teksturnya yang sangat lembut membantu bayi melakukan pelekatan dengan lebih natural.
Desain ini membantu meminimalkan nipple confusion sehingga bayi dapat lebih mudah bergantian antara menyusu langsung dan minum dari botol.
3. Mendukung Posisi Menyusu yang Lebih Tegak
Botol Hegen juga dirancang untuk mendukung posisi menyusu yang lebih tegak. Posisi ini membantu mengurangi risiko susu mengalir kembali yang dapat menyebabkan bayi tersedak atau merasa tidak nyaman.
Selain itu, posisi menyusu yang lebih tegak juga membantu proses minum menjadi lebih stabil.
4. Desain Ergonomis yang Mudah Digenggam
Bentuk botol soft square (sqround) yang ergonomis membuatnya nyaman digenggam oleh bayi maupun orang tua. Desain ini juga membantu mencegah botol mudah berguling ketika diletakkan, sehingga lebih praktis digunakan dalam aktivitas sehari hari.
5. Penyimpanan Lebih Rapi dan Hemat Ruang
Bentuk botol Hegen yang unik membuatnya dapat disusun dengan rapi. Botol dapat ditumpuk sehingga lebih hemat ruang penyimpanan, baik di dalam kulkas maupun freezer.
Desain ini memudahkan Bunda saat menyimpan ASI dan menjaga area penyimpanan tetap terorganisir.
6. Material PPSU Premium yang Aman dan Tahan Lama
Tidak hanya unggul dari sisi desain, botol Hegen juga menggunakan material PPSU premium yang dikenal sangat kuat dan tahan lama.
Bahan PPSU mampu bertahan pada suhu ekstrem, mulai dari suhu beku hingga proses sterilisasi panas. Hal ini membuat botol tetap aman digunakan untuk menyimpan, memanaskan, maupun mensterilkan ASI.
Selain itu, material PPSU memiliki beberapa keunggulan penting:
-
tahan terhadap benturan dan tidak mudah retak
-
tidak mudah berubah warna
-
tidak menyerap bau meski digunakan dalam jangka waktu lama
Dengan perawatan yang tepat, botol berbahan PPSU bahkan dapat digunakan hingga sekitar dua tahun sehingga lebih awet dibandingkan banyak bahan botol lainnya.
7. Kualitas Global yang Telah Diakui & Tersertifikasi Internasional
Hegen dikenal sebagai pionir penggunaan material PPSU (Polyphenylsulfone) pada botol bayi. Kualitasnya telah diakui secara global melalui penghargaan sebagai #1 Worldwide PPSU Feeding Bottle Brand.
Pengakuan ini menunjukkan komitmen Hegen dalam menghadirkan produk dengan standar kualitas premium untuk mendukung perjalanan menyusui Bunda.
Dengan kombinasi desain inovatif dan material berkualitas tinggi, Hegen Feeding Bottle membantu membuat rutinitas feeding menjadi lebih praktis, aman, dan nyaman bagi Bunda serta si kecil.

BELI Hegen PCTO™ 240ml/8oz Feeding Bottle PPSU (2-pack) DI SINI
Kapan Orang Tua Perlu Berkonsultasi dengan Dokter?
Meski sering terjadi, kondisi bayi marah saat menyusu tetap perlu diperhatikan. Bunda sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan jika bayi mengalami hal berikut:
-
berat badan tidak naik dengan baik
-
sering tersedak saat minum
-
tampak dehidrasi atau jarang buang air kecil
-
Bunda merasakan nyeri hebat saat menyusui
Tenaga kesehatan atau konselor laktasi dapat membantu mengevaluasi proses menyusui dan memberikan solusi yang tepat.
Baca juga: ASI Pumping Berbusa? Kenali Penyebabnya dan Kurangi dengan Botol Hegen PPSU
Menyusu yang Nyaman Membuat Bonding Lebih Kuat
Bunda tidak perlu merasa gagal jika bayi rewel saat menyusu. Dalam banyak kasus, bayi hanya membutuhkan proses menyusu yang lebih nyaman.
Dengan memahami penyebabnya, memperbaiki posisi menyusui, dan menggunakan peralatan feeding yang tepat, sesi menyusu bisa menjadi lebih tenang dan menyenangkan. Ketika bayi merasa nyaman, momen ini tidak hanya memenuhi kebutuhan nutrisi, tetapi juga memperkuat bonding antara Bunda dan si kecil.
Untuk membantu proses feeding yang lebih praktis dan nyaman, Bunda bisa memilih Hegen Feeding Bottle berbahan PPSU premium yang aman, tahan lama, dan dilengkapi sistem anti colic. Temukan berbagai produk Hegen dengan mudah di Hegen Indonesia untuk mendukung perjalanan menyusui Bunda dan si kecil.