ASI Pumping Berbusa? Kenali Penyebabnya dan Kurangi dengan Botol Hegen PPSU

asi-pumping-berbusa

Bunda mungkin pernah mengalaminya. Setelah sesi pumping, ASI terlihat cukup banyak, tetapi permukaannya dipenuhi gelembung kecil. Sekilas tampak seperti berbusa, dan wajar jika Bunda langsung bertanya-tanya, apakah ASI pumping berbusa masih aman diberikan untuk bayi?

Kondisi ini sering memicu kekhawatiran. Ada yang takut kualitas ASI menurun, ada pula yang ragu apakah nutrisinya masih utuh. Padahal, dalam banyak kasus, buih pada ASI bukan berasal dari masalah pada ASI itu sendiri, melainkan dari cara ASI mengalir dan ditampung saat pumping.

Apakah ASI Pumping Berbusa Itu Normal?

Secara umum, ASI pumping berbusa bisa tergolong normal. Buih muncul ketika udara terperangkap di dalam cairan selama proses pemompaan. Namun, jika buih terlihat sangat banyak dan bertahan lama, ini bisa menjadi tanda bahwa aliran ASI terlalu turbulen atau tidak stabil saat masuk ke botol.

Artinya, masalahnya bukan pada kualitas ASI, tetapi pada sistem pumping dan wadah yang digunakan.

Mengapa ASI Bisa Berbuih Saat Dipompa?

ASI bukan cairan biasa. Kandungan lemak di dalamnya membuat ASI lebih sensitif terhadap gerakan. Ketika ASI mengalami guncangan, tekanan, atau mengalir dari ketinggian, udara mudah terperangkap dan membentuk buih.

Inilah sebabnya ASI pumping berbusa sering muncul bukan karena kualitas ASI menurun, melainkan karena cara alirannya terbentuk. Selama disimpan dan ditangani dengan benar, ASI tetap aman dan bernutrisi untuk bayi.

Lebih Rinci, Ini Penyebab Umum ASI Pumping Berbusa

Sumber: Hegen

Ada beberapa penyebab utama mengapa ASI pumping berbusa sering terjadi.

Pertama, aliran ASI jatuh dari posisi yang terlalu tinggi ke dasar botol. Semakin tinggi jaraknya, semakin besar turbulensi yang tercipta.

Kedua, penggunaan botol dengan leher sempit. Aliran ASI menjadi lebih deras dan menghantam dasar botol secara langsung.

Ketiga, adanya getaran atau guncangan selama pumping, baik dari tangan, mesin pompa, maupun permukaan tempat botol diletakkan.

Keempat, proses menuang ulang ASI dari satu wadah ke wadah lain. Setiap perpindahan cairan meningkatkan kontak dengan udara.

Mengapa Aliran Tidak Stabil Membuat ASI Mudah Berbusa?

ASI mengandung lemak yang bersifat sensitif terhadap perubahan tekanan. Ketika aliran tidak stabil, udara lebih mudah terjebak di antara partikel cairan. Inilah yang membuat buih terbentuk dan sulit hilang dengan cepat.

Selain itu, lemak ASI bisa menempel di dinding botol jika cairan terlalu sering berguncang. Hal ini bukan berarti nutrisinya hilang, tetapi distribusinya menjadi kurang merata.

Kesalahan Kecil yang Sering Memperparah Buih

Tanpa disadari, beberapa kebiasaan justru membuat ASI pumping berbusa semakin banyak. Misalnya, menggoyang botol setelah pumping karena ingin melihat isi ASI. Kebiasaan ini justru menambah udara di dalam cairan.

Menuang ASI ke botol lain juga berisiko meningkatkan buih. Begitu pula penggunaan botol plastik tipis yang mudah bergetar saat pompa bekerja.

Kesalahan-kesalahan kecil ini sering dianggap sepele, padahal sangat berpengaruh pada kondisi ASI.

Peran Desain Botol yang Tepat dalam Mengurangi ASI Berbusa

Sumber: Hegen

Desain botol memiliki peran besar dalam menjaga aliran ASI tetap tenang. Botol dengan mulut lebar memungkinkan ASI mengalir lebih landai, bukan jatuh langsung ke satu titik.

Dengan ruang yang lebih luas, energi jatuh ASI berkurang, sehingga gelembung udara tidak terbentuk berlebihan. Inilah mengapa pemilihan botol sangat menentukan tampilan dan kestabilan ASI hasil pumping.

Material PPSU Membantu Aliran Lebih Stabil

Material botol juga tidak kalah penting. PPSU dikenal sebagai material yang kuat dan rigid. Berbeda dengan plastik biasa yang mudah lentur, PPSU lebih stabil saat digunakan untuk pumping.

Stabilitas ini membantu mengurangi mikro-getaran selama proses memompa. Hasilnya, aliran ASI lebih konsisten dan risiko ASI pumping berbusa bisa diminimalkan.

Selain itu, PPSU aman untuk penggunaan jangka panjang karena tahan panas, tidak mudah tergores, dan tidak menyerap bau.

Keunggulan Botol Hegen dalam Mengurangi Buih ASI

Botol Hegen dirancang dengan bentuk yang pendek dan bermulut lebar. Kombinasi ini membantu ASI mengalir dengan lebih tenang sejak tetes pertama.

Hegen Breast Milk Storage Containers 150ml/5oz hadir dalam paket 4 buah yang dirancang khusus untuk menjaga ASI tetap segar, higienis, dan bebas kontaminasi selama masa awal menyusui bayi (0–3 bulan). 

Dengan sistem kedap udara, wadah ini memungkinkan ibu mengekspresikan ASI langsung menggunakan Manual Breast Pump Module, lalu menutupnya dengan Storage Lid untuk penyimpanan aman di chiller atau tas penyimpanan. 

Saat waktu menyusui tiba, cukup hangatkan sesuai kebutuhan dan ganti tutup dengan Feeding Teat & Collar tanpa perlu memindahkan ASI, sehingga setiap tetes tetap terjaga kualitasnya. 

Praktis, efisien, dan multifungsi, wadah ini mendukung ibu agar lebih mudah mengatur produksi ASI sekaligus memastikan nutrisi terbaik bagi si kecil.

BELI Hegen PCTO™ 150ml/5oz Breast Milk Storage PPSU (4-pack) DI SINI

Pump Langsung ke Botol untuk Hasil Lebih Tenang

Salah satu cara paling efektif mengurangi ASI pumping berbusa adalah memompa langsung ke botol penyimpanan. Dengan begitu, Bunda tidak perlu menuang ulang ASI ke wadah lain.

Semakin sedikit perpindahan, semakin kecil kontak ASI dengan udara. Lemak ASI pun tetap terjaga dan terdistribusi lebih alami.

Tips Praktis Mengurangi ASI Pumping Berbusa

Bunda bisa menerapkan beberapa langkah sederhana berikut.

  • Pastikan posisi botol sejajar dan stabil saat pumping. 

  • Gunakan botol bermulut lebar dengan material yang kokoh. 

  • Hindari mengguncang botol setelah pumping, dan biarkan ASI diam beberapa saat agar gelembung menghilang dengan sendirinya.

  • Jika perlu menyimpan, tutup botol dengan rapat tanpa mengocok isinya.

Dampak Buih Berlebih pada Kenyamanan Bayi

Buih berlebih memang tidak selalu berbahaya, tetapi pada beberapa bayi bisa meningkatkan risiko masuknya udara saat menyusu. Hal ini dapat membuat bayi lebih mudah kembung atau tidak nyaman.

ASI yang tampak lebih tenang dan stabil sering kali membantu proses menyusu menjadi lebih nyaman bagi bayi.

ASI Lebih Tenang, Bunda Lebih Percaya Diri

Ketika Bunda melihat ASI hasil pumping tampak jernih, tenang, dan lemaknya terpisah secara alami, rasa percaya diri pun meningkat. Bunda tahu bahwa ASI diperlakukan dengan lembut dan nutrisinya tetap terjaga.

Rasa tenang ini sangat penting untuk keberlanjutan perjalanan menyusui.

Baca juga: Tempat Minum Bayi 6 Bulan yang Aman, MPASI Jadi Lebih Tenang

Kurangi Buih ASI dengan Sistem yang Tepat

ASI pumping berbusa bukan musuh, melainkan sinyal bahwa aliran perlu diperhatikan. Dengan memilih botol PPSU multi-purpose BPA free dari Hegen dan menerapkan sistem ESF Express Store Feed, Bunda bisa memerah, menyimpan, dan memberikan ASI tanpa perpindahan wadah.

Sistem ini membantu menjaga aliran ASI tetap stabil, mengurangi buih, dan melindungi kualitas nutrisi harian ASI sejak bayi baru lahir. Dengan sistem yang lebih tenang, ASI diperlakukan lebih lembut, dan Bunda pun bisa menjalani pumping dengan lebih nyaman dan percaya diri.

Temukan rangkaian produk Hegen Indonesia secara lengkap di situs resmi. Jangan lewatkan penawaran harga eksklusif khusus dari Hegen, Bunda!

Back to Hegen Blog