Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak: Bertumbuh Bersama, Besar Dampaknya
Tidak sedikit ayah baru yang merasa bingung setelah si Kecil lahir. Saat Bunda lebih banyak menyusui dan merawat bayi, Ayah sering bertanya-tanya, "Apa yang bisa saya lakukan?" Akibatnya, banyak ayah hanya menjadi pendamping, bukan benar-benar terlibat dalam pengasuhan.
Padahal, peran ayah tidak kalah penting. Kehadiran, perhatian, dan keterlibatan Ayah sejak hari pertama dapat membantu membangun ikatan emosional yang kuat sekaligus mendukung tumbuh kembang si Kecil.
Kabar baiknya, bonding tidak harus dimulai dengan hal besar. Momen sederhana seperti bergantian mengasuh atau menemani waktu makan sudah bisa membuat perbedaan yang berarti.
Kenapa Peran Ayah dalam Pengasuhan Anak Sangat Penting?
Si Kecil membutuhkan kelekatan emosional bukan hanya dengan Bunda, tapi juga dengan Ayah. Kehadiran yang konsisten membantu menciptakan rasa aman bagi bayi sejak hari-hari pertamanya di dunia, sekaligus mendukung perkembangan sosial dan emosionalnya di kemudian hari.
Sebuah studi kohort di Polandia yang dipublikasikan di National Library of Medicine (NCBI) menemukan bahwa kualitas keterlibatan ayah sejak masa awal kelahiran berperan penting bagi perkembangan kognitif, emosional, dan sosial anak, dan pengaruhnya bisa bertahan hingga bertahun-tahun kemudian.
Apa pentingnya peran ayah bagi bayi? Kehadirannya membantu bayi merasa aman sekaligus mendukung perkembangan sosial-emosional sejak dini. Apakah bonding ayah dan bayi penting sejak newborn? Ya, bonding yang terbentuk sejak awal berdampak jangka panjang pada kedekatan seluruh keluarga.
Manfaat Bonding Ayah dan Bayi Sejak Newborn
Bonding yang terjalin sejak dini antara Ayah dan bayi memberikan banyak manfaat, baik bagi si Kecil maupun keluarga secara keseluruhan.
-
Membantu bayi merasa lebih aman: si Kecil mulai mengenali suara dan sentuhan Ayah bahkan sejak dalam kandungan, sehingga saat lahir, suara yang familiar ini membuatnya lebih tenang.
-
Mendukung perkembangan emosional anak: anak yang mendapat kelekatan sehat dari kedua orang tua cenderung tumbuh dengan regulasi emosi yang lebih stabil.
-
Mengurangi beban mental ibu: ketika Ayah ikut terlibat, Bunda mendapat lebih banyak ruang untuk beristirahat dan memulihkan diri.
-
Membantu Ayah lebih percaya diri mengasuh bayi: semakin sering terlibat, semakin Ayah memahami kebutuhan si Kecil.
-
Membangun hubungan keluarga yang lebih dekat: pengasuhan berubah menjadi kerja sama tim, bukan tanggung jawab satu pihak saja.
Kenapa Banyak Ayah Sulit Terlibat di Awal Pengasuhan?
Meski keinginannya ada, banyak ayah merasa canggung untuk mulai terlibat. Beberapa alasan yang sering muncul antara lain takut salah menggendong atau memberi makan bayi, menganggap bayi lebih membutuhkan Bunda terutama saat menyusui, waktu yang terbatas karena rutinitas kerja, serta tidak tahu harus memulai bonding dari mana.
Perasaan ini sebenarnya wajar dialami hampir semua ayah baru. Ayah juga membutuhkan ruang untuk belajar menjadi orang tua, sama seperti Bunda yang juga belajar dari nol.
Aktivitas Sederhana yang Bisa Membantu Ayah Bonding dengan Bayi

Bonding tidak harus dimulai dari hal besar. Justru rutinitas kecil setiap hari yang paling efektif membangun kedekatan.
Skin-to-skin contact bisa menjadi awal yang baik. Sebuah studi eksperimen yang dipublikasikan di Nature Scientific Reports menunjukkan kontak kulit langsung antara ayah dan bayi baru lahir dapat memperkuat bonding sekaligus membantu bayi lebih tenang.
Selain itu, Ayah bisa mengajak bayi berbicara agar ia mulai mengenali suaranya, membantu menidurkan bayi untuk membangun rasa nyaman, ikut dalam rutinitas feeding sebagai momen bonding harian, hingga menggendong bayi saat jalan santai untuk memberi stimulasi sekaligus rasa aman.
Baca juga: Peran Ayah dalam Keluarga Modern: Hadir di Momen Kecil yang Membentuk Kedekatan Besar
Shared Feeding, Cara Modern Ayah Terlibat dalam Pengasuhan Bayi
Feeding bukan hanya soal memberi susu, tapi juga momen membangun kedekatan emosional antara Ayah dan si Kecil.
Ayah Bisa Membantu Memberikan ASIP
Dengan memberikan ASI perah, Ayah membantu Bunda mendapatkan waktu istirahat yang sangat dibutuhkan, terutama di malam hari.
Bayi Belajar Nyaman dengan Kehadiran Ayah
Waktu makan menjadi momen bonding harian yang konsisten, membuat si Kecil semakin terbiasa dengan kehadiran Ayah.
Shared Feeding Membantu Pengasuhan Lebih Seimbang
Ketika Ayah dan Bunda sama-sama terlibat dalam pemberian makan, beban pengasuhan pun terasa lebih ringan.
Artikel dari AWHONN, organisasi perawat kesehatan wanita, obstetri, dan neonatal di Amerika Serikat, turut mencatat bahwa bonding yang berhasil terjalin antara ayah dan bayi sejak masa awal pascapersalinan turut berkontribusi pada keberhasilan pemberian ASI.
Bagaimana ayah bisa bonding dengan bayi? Salah satu caranya lewat keterlibatan aktif dalam shared feeding setiap hari. Apakah ayah bisa membantu feeding newborn? Tentu, terutama lewat pemberian ASIP menggunakan botol yang mudah digunakan.
Solusi Feeding Modern dari Hegen untuk Mendukung Bonding Keluarga

Sumber: Hegen
Saat Ayah mulai terlibat dalam shared feeding, alat makan yang digunakan turut memengaruhi kenyamanan proses ini.
Botol Ergonomis yang Mudah Digunakan Ayah
Desain botol Soft-Square atau Sqround dari Hegen nyaman digenggam dan praktis dipakai, bahkan bagi Ayah yang baru pertama kali mencoba memberi makan si Kecil.
Mendukung Shared Feeding dalam Keluarga Modern
Konsep ESF atau Express Store Feed memungkinkan ASI dipompa, disimpan, dan diberikan langsung dalam satu wadah yang sama, sehingga Ayah bisa langsung mengambil alih proses feeding tanpa perlu memindahkan ASI ke wadah lain.
Membantu Feeding Time Jadi Momen Bonding
Dengan botol yang praktis, Ayah bisa lebih fokus pada kontak mata dan interaksi bersama si Kecil, bukan pada kerepotan teknis.
Desain Praktis untuk Rutinitas Parenting Sehari-hari
Material PPSU atau Polyphenylsulfone yang tahan suhu -20°C hingga 180°C membuat botol Hegen mudah disterilkan dan digunakan bergantian oleh Ayah maupun Bunda.

BELI Hegen PCTO™ 150ml/5oz Breast Milk Storage PPSU (4-pack) DI SINI
Kesalahan yang Sering Membuat Ayah Sulit Dekat dengan Bayi
Beberapa kebiasaan justru membuat bonding tertunda, seperti menunggu bayi lebih besar untuk mulai dekat, menganggap feeding hanya tugas ibu, takut salah sehingga tidak mau mencoba, atau terlalu fokus pada pekerjaan tanpa menyisihkan waktu berkualitas. Semakin lama bonding tertunda, semakin besar pula usaha yang dibutuhkan untuk membangunnya kembali.
Cara Membangun Rutinitas Parenting yang Lebih Kolaboratif
Rutinitas kolaboratif bisa dimulai dengan membagi jadwal feeding, bergantian menenangkan bayi di malam hari, membuka komunikasi yang jujur antar pasangan, serta saling mendukung tanpa saling menyalahkan. Rutinitas seperti ini membuat peran ayah dalam pengasuhan anak terasa lebih nyata dan konsisten, bukan sekadar bantuan sesekali.
Dampak Positif Kehadiran Ayah terhadap Tumbuh Kembang Anak
Anak yang tumbuh dengan kehadiran Ayah yang konsisten cenderung lebih percaya diri, memiliki perkembangan emosi yang lebih stabil, lebih mudah bersosialisasi, dan tumbuh dalam hubungan keluarga yang lebih hangat. Semua ini berakar dari satu hal sederhana, yaitu konsistensi kehadiran Ayah sejak dini.
Baca juga: Ayah ASI Bukan Sekadar Julukan: Ini Cara Nyata Suami Membantu Ibu Menyusui Setiap Hari
Anak Bertumbuh Optimal Bersama Ayah dan Ibu
Kehadiran Ayah dalam pengasuhan bukan sekadar bentuk bantuan untuk Bunda, melainkan bagian penting dari tumbuh kembang emosional si Kecil sejak dini. Momen sederhana seperti menggendong, menenangkan, hingga feeding bersama bisa menciptakan bonding yang kuat dalam keluarga.
Dukungan feeding system yang praktis, seperti botol PPSU dari Hegen, membantu Ayah lebih percaya diri terlibat dalam rutinitas harian si Kecil. Yuk, ajak Ayah di rumah mulai membangun kedekatan sejak hari ini, karena peran ayah dalam pengasuhan anak adalah investasi jangka panjang untuk keluarga yang lebih hangat.
Koleksi lengkap Hegen Indonesia original bisa Bunda dan Ayah temukan di website resmi kami. Yuk, jadikan setiap momen feeding sebagai momen bonding keluarga!
Referensi
1. Sowa, P., et al. Paternal Postpartum Bonding and Its Predictors in the Early Postpartum Period: Cross-Sectional Study. National Library of Medicine (PMC). https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC8062924/
2. Association of Women's Health, Obstetric and Neonatal Nurses (AWHONN). A Father's Bond with His Newborn Is Just as Important as a Mother's Bond. https://www.awhonn.org/fathers-day-a-fathers-bond-with-his-newborn-is-just-as-important-as-a-mothers-bond/
3. Effect of skin to skin contact on father infant bonding: a randomized controlled trial. Scientific Reports (Nature). https://www.nature.com/articles/s41598-025-24589-1