Asupan nutrisi terbaik bagi bayi idealnya adalah ASI yang Bunda berikan. Namun terkadang, ada satu dan lain hal yang memicu produksi ASI kurang optimal. Produksi ASI yang kurang memadai dapat terlihat dengan mudah saat Bunda memompa ASI untuk dijadikan stok. Beberapa hal bisa menjadi penyebab ASI seret, dan sebaiknya segera disadari serta diperbaiki.
Ketika produksi ASI menurun, otomatis asupan yang diberikan kepada si kecil akan terganggu. Maka, penting untuk memiliki stok ASI yang cukup dengan cara memompanya menggunakan alat yang berkualitas. Namun, ada saja hal yang bisa menyebabkan ASI menjadi seret atau hanya keluar sedikit saat dipompa.
Kenali Kebiasaan dan Penyebab ASI Seret

Cukup banyak sumber yang memberikan informasi mengenai penyebab dan kebiasaan yang dapat memicu penurunan produksi ASI secara signifikan. Beberapa di antaranya dapat Bunda cermati di bawah ini.
1. Alat Kontrasepsi Hormonal
Konsumsi alat kontrasepsi hormonal bisa menjadi salah satu penyebab ASI seret. Alat yang dimaksud adalah pil KB, koyo, atau suntikan. Hal ini dapat memengaruhi jumlah ASI yang diproduksi secara signifikan.
Mengacu pada berbagai sumber, Bunda yang menggunakan alat kontrasepsi hormonal sebelum si kecil berusia 4 bulan akan memiliki risiko tertinggi mengalami kondisi tersebut. Jadi jika memungkinkan, hentikan sementara penggunaan alat kontrasepsi jenis ini dan konsultasikan dengan dokter terkait.
2. Konsumsi Obat Tertentu
Obat-obatan juga mengandung bahan kimia yang ternyata dapat menurunkan jumlah ASI yang diproduksi. Misalnya seperti obat flu yang dikonsumsi secara berlebihan, atau bahkan bahan alami seperti seledri atau peppermint.
Konsumsi dalam jumlah besar dapat memicu kondisi ini, dan tentu saja merugikan bagi Bunda serta si kecil.
3. Melewatkan Sesi Menyusui di Malam Hari
Sesi menyusui di malam hari bisa menjadi salah satu poin yang membuat produksi ASI semakin lancar. Sebenarnya, setiap Bunda memiliki kemampuan menyimpan ASI yang berbeda-beda. Namun secara umum, sesi menyusui di malam hari disarankan untuk dilakukan agar produksi ASI tetap lancar dan tidak seret.
Tingkat prolaktin, yaitu hormon yang memberi sinyal pada payudara untuk memproduksi ASI, terdeteksi lebih tinggi saat menyusui di malam hari.
4. Punya Jadwal Memberikan ASI
Sebenarnya seorang ibu akan menghasilkan lebih banyak ASI ketika payudara dalam keadaan hampir kosong. Nah, ketika Bunda menerapkan jadwal pemberian ASI, maka payudara bisa jadi jarang berada dalam keadaan hampir kosong.
Hal ini kemudian membuat tubuh mendeteksi adanya penurunan tingkat kebutuhan produksi ASI, sehingga jumlahnya dikurangi. Maka sebaiknya Bunda lebih rutin menyusui sesuai keinginan si kecil, yang umumnya berlangsung dalam durasi singkat namun lebih sering.
5. Memberikan Susu Formula Tambahan
Berkaitan dengan jadwal pemberian ASI, pemberian susu formula juga akan mengurangi produksi ASI yang dihasilkan tubuh. Si kecil yang mengonsumsi susu formula bersamaan dengan ASI jelas akan mengurangi porsi ASI dalam asupannya.
Secara tidak langsung, hal ini menjadi sinyal bagi tubuh agar tidak memproduksi ASI terlalu banyak, karena ASI tidak lekas habis dan berada di payudara terlalu lama.
6. Terlalu Banyak Minum Kopi
Ketika Bunda terlalu banyak minum kopi, asupan cairan yang masuk ke dalam tubuh praktis akan berkurang. Jika hal ini dibarengi dengan kurangnya konsumsi cairan yang menyebabkan tubuh mengalami dehidrasi, maka hal ini jelas tidak baik bagi produksi ASI.
Perbanyak konsumsi air putih dan nutrisi yang dapat menghidrasi tubuh, serta kurangi asupan kafein harian Bunda.
7. Kurang Istirahat
Istirahat menjadi poin esensial bagi seorang ibu agar dapat mengurus bayinya dengan baik. Istirahat yang optimal dapat membantu menyegarkan tubuh dan pikiran, serta menjaga stabilitas hormon di dalam tubuh.
Meski memang hal ini tidak mudah, terutama ketika Bunda memiliki bayi dengan jam tidur yang sangat acak, usahakan semaksimal mungkin untuk mendapatkan istirahat yang berkualitas.
Lalu Apa Tips agar Produksi ASI Meningkat?

Ketika ketujuh kebiasaan di atas terus dilakukan, bukan hal yang aneh jika Bunda mengalami kondisi ASI seret. Sebenarnya ada beberapa tanda yang bisa dicermati ketika kondisi ini mulai muncul. Di antaranya sebagai berikut.
- Payudara terasa lebih lembut karena jumlah ASI di dalamnya berkurang
- Payudara tidak mengeluarkan ASI, berhenti, atau bahkan tidak menetes
- Bunda tidak merasakan saat ASI keluar dari payudara
-
Bunda tidak memperoleh banyak ASI meski menggunakan alat pumping
-
Jumlah ASI yang didapatkan dari proses pumping terus menurun
Berikut adalah beberapa tips yang dapat berguna untuk mengembalikan produksi ASI ke titik yang ideal agar dapat memenuhi kebutuhan tumbuh kembang si kecil:
- Pastikan si kecil dapat menyusu secara efisien, yakni dalam keadaan tidak mengantuk, Bunda tidak menggunakan pelindung puting, dan bebas dari masalah lainnya
- Sering menyusui; setidaknya seorang ibu disarankan menyusui sebanyak 8 kali dalam waktu 24 jam. Semakin sering Bunda menyusui, maka semakin banyak pula ASI yang dihasilkan
-
Tawarkan kedua sisi payudara pada si kecil, karena stimulasi pada kedua payudara ini akan membantu meningkatkan produksi ASI. Bunda juga dapat melakukan pumping pada kedua payudara untuk memberikan stimulasi ini
- Berikan ASI eksklusif hingga usia 6 bulan. Dengan demikian, tubuh akan terus memproduksi ASI dalam jumlah yang dibutuhkan pada periode awal kehidupan si kecil
-
Lakukan pumping jika si kecil tidak menyusu secara efektif. Hal ini bertujuan agar persediaan ASI di payudara bisa segera dikeluarkan dan disimpan dengan baik untuk diberikan pada si kecil sewaktu-waktu
Produk yang Tepat Bisa Membantu Bunda, Hegen Solusinya
Untuk membantu Bunda menghindari penyebab ASI seret, pumping adalah hal yang baik untuk dilakukan. Tentu saja, Hegen memiliki produk yang tepat untuk urusan ini, baik model manual maupun elektrik.
Salah satu signature dari Hegen terletak pada desain corongnya yang sangat ergonomis. Dengan bentuk unik, corong ini akan terasa lebih nyaman saat digunakan untuk pumping, sehingga memberikan pengalaman yang lebih baik.

Selain itu, ada beberapa kelebihan yang dapat Bunda peroleh dari produk manual breast pump dari Hegen ini:
- Fleksibilitas penggunaan dari tunggal ke ganda
-
Pumping yang efektif dan efisien
- Dapat membantu sebagai pemicu proses menyusui
-
Menjadi cadangan yang dapat diandalkan ketika alat pumping elektrik Bunda kehabisan daya baterai
Selain itu, Bunda juga akan mendapatkan produk dengan desain yang sangat mudah dibersihkan, mudah dipasangkan dengan berbagai tutup dan wadah Hegen lainnya, serta memiliki bobot yang ringan.
Praktis, efisien, dan ergonomis, manual breast pump dari Hegen akan menjadi solusi untuk menyikapi penyebab ASI seret dan upaya melancarkan kembali ASI. Segera kunjungi laman produk kami, dan dapatkan produk andal untuk setiap kebutuhan Bunda dan si kecil di setiap fase tumbuh kembangnya.
Referensi:
-
CNN Indonesia. 7 Kebiasaan yang Bikin Produksi ASI Seret. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20230731093007-255-979803/7-kebiasaan-yang-bikin-produksi-asi-seret.
-
MamaBear. Hasil Pumping Sedikit? Ikuti Jadwal Pumping Mama Eping!. https://mamabear.co.id/hasil-pumping-sedikit-mama-eping-harus-gimana/.
-
Siloam Hospitals. 9 Cara Memperbanyak ASI yang Bisa Dicoba Ibu Menyusui. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/cara-memperbanyak-asi.
-
Orami. 19 Cara Memperbanyak ASI, Ketahui Tanda ASI Seret Juga!. https://www.orami.co.id/magazine/cara-memperbanyak-asi?page=all.
-
Prenagen. Waspada, Inilah Penyebab ASI Berkurang dan Cara Mengatasinya. https://www.prenagen.com/id/waspada-inilah-penyebab-asi-berkurang-dan-cara-mengatasinya.
-
The Asian Parent. Busui, Kenali 9 Penyebab ASI Berkurang dan Cara Mengatasinya. https://id.theasianparent.com/penyebab-asi-berkurang.