Menjadi Pahlawan ASI dengan Donor ASI, Simak Dulu Artikel Ini!

donor asi

Secara umum, setiap orang tua tentu memahami pentingnya kecukupan ASI bagi tumbuh kembang bayi. Namun, tidak semua ibu beruntung dapat memberikan ASI mereka untuk sang buah hati. Inilah mengapa donor ASI bisa menjadi opsi untuk tetap memberikan nutrisi terbaik bagi si kecil di awal kehidupannya.

ASI eksklusif adalah sumber nutrisi yang tak ternilai harganya untuk bayi. Dari usia 0 hingga 6 bulan, praktis hanya ASI eksklusif yang diperlukan si kecil dan mampu memenuhi semua kebutuhan nutrisinya. Tumbuh kembang fisik serta kecerdasan memerlukan asupan nutrisi yang ideal, dan semua itu terdapat di dalam ASI yang diproduksi secara alami oleh tubuh.

Namun, bagi Bunda yang tidak dapat memproduksi ASI karena berbagai alasan, konsep donor ASI dapat menjadi solusinya. Seperti namanya, donor ASI adalah bentuk pemberian ASI kepada Bunda atau bayi lain yang membutuhkan, agar kebutuhan hariannya terpenuhi.

Lebih Jauh tentang Konsep Donor ASI

donor asi

Donor ASI mungkin merupakan konsep yang belum banyak dikenal di Indonesia. Padahal kenyataannya, ada ibu yang memang tidak dapat memproduksi ASI sama sekali, atau jumlah ASI yang diproduksi cenderung sedikit karena kondisi tertentu.

Seperti donor pada umumnya, pendonor ASI akan memberikan ASI kepada Bunda atau bayi yang membutuhkannya. Tentu dalam praktiknya akan ada banyak perbedaan teknis dibandingkan donor lain, sebab ASI pada dasarnya harus dijaga agar tetap higienis supaya manfaat dan kebaikannya dapat sampai kepada bayi penerima tanpa adanya kontaminasi.

Donor ASI saat ini baru dilakukan dalam lingkup yang terbatas, karena masih ada banyak keraguan yang muncul dari pihak penerima ASI terkait berbagai hal.

Jenis Donor ASI: Informal dan Formal

Dalam konsep donor ini, jenisnya terbagi menjadi dua kategori utama. Jenis pertama adalah donor ASI informal, yang dilakukan secara langsung dari satu ibu ke ibu lainnya atas dasar hubungan baik dan saling percaya. Tidak ada pihak perantara atau fasilitator dalam proses ini.

Sementara jenis kedua adalah donor ASI formal, yang dilakukan melalui perantara bank ASI. Bunda dapat menyerahkan ASI ke bank ASI untuk kemudian disalurkan kepada Bunda lain atau bayi lain yang membutuhkan, dengan syarat dan ketentuan yang telah disepakati sebelumnya.

Diperlukan Demi Kebaikan Ibu dan Bayi

Karena ASI mengandung setiap nutrisi yang diperlukan si kecil untuk tumbuh dan berkembang di fase awal kehidupannya, maka mendonorkan ASI menjadi tindakan yang sangat mulia. Bunda dapat membantu orang tua lain yang sedang menghadapi kesulitan, bahkan mencegah hal-hal fatal terjadi pada bayi lain akibat kekurangan ASI.

Sederet Manfaat Menjadi Pendonor ASI bagi Bunda

donor asi

Selain memberikan asupan ASI yang diperlukan oleh bayi, menjadi pendonor ASI juga dapat membawa sederet manfaat bagi Bunda.

Dari perspektif fisik, mendonorkan ASI akan membantu Bunda dalam mengurangi risiko kanker payudara dan ovarium, membantu menurunkan berat badan pasca melahirkan, serta mengurangi risiko osteoporosis. Hal ini karena produksi ASI memerlukan energi yang cukup besar dan sangat baik untuk menjaga kondisi tubuh ibu. Jadi, semakin banyak ASI yang diproduksi, tubuh semakin sehat, selama dalam prosesnya Bunda tetap memperhatikan asupan nutrisi yang cukup dan pola hidup sehat.

Dari perspektif psikologis, menjadi pendonor juga akan meningkatkan rasa percaya diri Bunda. Bunda akan merasakan kepuasan batin karena dapat membantu orang lain—dalam hal ini Bunda lain dan bayinya—untuk tumbuh dan berkembang secara optimal. Selain itu, Bunda akan memperkuat ikatan emosional dengan si kecil, sebab menjadi pendonor ASI otomatis berarti Bunda memiliki produksi ASI yang cenderung melimpah dan sering menyusui si kecil.

6 Manfaat Donor ASI bagi Bayi Penerimanya

Selain bermanfaat bagi Bunda, donor ASI tentu membawa manfaat bagi bayi penerimanya. Setidaknya ada enam manfaat yang dapat diperoleh bayi penerima donor ASI, antara lain sebagai berikut:

  • Nutrisi lengkap untuk bayi; ASI yang Bunda berikan menjadi sumber nutrisi lengkap agar tumbuh kembang bayi optimal.
  • Antibodi yang melindungi; kandungan nutrisi di dalam ASI turut membangun sistem kekebalan tubuh dan antibodi bayi, sehingga tubuhnya lebih kuat melawan infeksi atau penyakit.
  • Menunjang perkembangan otak dan sistem saraf bayi.
  • Mengurangi risiko terkena alergi seperti asma, obesitas, dan sejenisnya.
  • Memberikan rasa nyaman bagi bayi karena kebutuhan mereka terpenuhi.
  • Membantu membangun ikatan antara si kecil dan ibunya, sehingga ikatan emosional tetap terjaga meski ASI tidak berasal langsung dari orang tuanya sendiri.

Sebelum Mulai Mendonorkan ASI, Pastikan Bunda Memahami Ketentuannya

donor asi

Melakukan donor ASI memang tindakan yang mulia. Namun, terdapat ketentuan ketat yang wajib dipahami dan dipenuhi sebelum Bunda melakukannya.

Syarat dan Ketentuan yang Umum Diberlakukan

Mungkin ada banyak ketentuan spesifik yang diterapkan oleh bank ASI atau lembaga penyalur lainnya. Namun secara umum, berikut beberapa syarat dan ketentuan yang dikutip dari sebuah artikel di situs puribunda.com:

  • Bersedia menjalani tes darah untuk mengetahui kondisi kesehatan.
  • Dalam kondisi kesehatan yang baik.
  • Tidak rutin mengonsumsi obat-obatan atau suplemen herbal.
  • Saat memberikan donor ASI, Bunda harus sedang memiliki bayi berusia di bawah 6 bulan.
  • Jika Bunda atau bayi kandung sedang pilek, Bunda tidak boleh melakukan pumping ASI untuk donasi sampai pulih.

Terdapat pula sederet larangan bagi calon pendonor ASI demi menjaga kesehatan masing-masing pihak:

  • Hasil tes darah positif HIV, HTLV, sifilis, hepatitis B, atau hepatitis C.
  • Memiliki suami atau pasangan seksual yang berisiko terjangkit HIV.
  • Merokok atau mengonsumsi produk tembakau.
  • Menggunakan obat-obatan terlarang.
  • Mengonsumsi lebih dari 60 ml minuman beralkohol per hari.
  • Dalam empat bulan terakhir telah menerima transfusi darah atau produk darah.
  • Dalam 12 bulan terakhir telah menerima transplantasi organ atau jaringan.

Prosedur Ideal Donor ASI

Prosedurnya terdiri dari empat tahapan utama:

  • Tahap 1: Penapisan untuk memastikan Bunda sebagai calon pendonor telah memenuhi syarat yang ditetapkan.
  • Tahap 2: Skrining dan tes untuk memastikan Bunda bebas dari penyakit yang menjadi kontraindikasi, serta instruksi pengulangan tes untuk menjamin keamanan.
  • Tahap 3: Pencatatan identitas pendonor, lembar persetujuan, kuesioner, hasil skrining penyakit, dan berkas lainnya.
  • Tahap 4: Pengolahan ASI untuk memastikan ASI bebas dari mikroorganisme sebelum disimpan atau diberikan ke penerima dengan metode pasteurisasi Pretoria atau metode flash heating.

Sekilas Inspirasi Pendonor ASI

donor asi

Gambar hanya ilustrasi

Sebenarnya, sosok pahlawan tidak selalu disorot media atau diberitakan, namun hal ini tidak menghalangi jiwa mulia mereka. Salah satu contohnya adalah Andi Reni Nur, seorang ibu lulusan program magister Universitas Halu Oleo.

Ia mengabdikan dirinya sebagai pendonor ASI bagi bayi yang membutuhkan di area Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Sebagai lulusan terbaik Jurusan Administrasi Pendidikan, seperti dilansir dari kendariinfo.com, ia berhasil meraih prestasi akademik sekaligus membantu banyak bayi di area tersebut.

 

Mendonorkan ASI adalah tindakan yang sangat mulia. Namun, kesehatan Bunda dan si kecil harus tetap menjadi prioritas utama sebelum mengulurkan tangan membantu orang lain.

Bunda dapat dengan mudah mencari kontak dan komunitas untuk mengakses bank ASI atau Bunda lain yang membutuhkan, sehingga niat mulia ini dapat tersalurkan dengan baik kepada bayi yang membutuhkan.

Untuk mendukung niat baik ini, Bunda wajib senantiasa menjaga higienitas ASI. Bunda dapat mengandalkan pump dari Hegen yang terhubung langsung ke botol susu. Praktis, nyaman, dan menjaga kebersihan ASI, Bunda bisa mendapatkan ASI berkualitas untuk didonorkan setiap saat setelah kebutuhan ASI si kecil terpenuhi. Semoga bermanfaat dan sehat selalu!

 

 Referensi: 

  • UPK Kemenkes. Ketahui Manfaat ASI Eksklusif bagi Bayi dan Ibu. https://upk.kemkes.go.id/new/ketahui-manfaat-asi-eksklusif-bagi-bayi-dan-ibu.
  • Prenagen. Mengenal Donor ASI dan Syarat yang Harus Dipenuhi. https://www.prenagen.com/id/donor-asi-ketahui-fakta-dan-manfaatnya#:~:text=Donor%20ASI%20adalah%20bentuk%20memberikan,hanya%20dalam%20lingkup%20yang%20kecil.
  • Alodokter. Bunda, Ini yang Perlu Diketahui mengenai Donor ASI. https://www.alodokter.com/bunda-ini-yang-perlu-diketahui-mengenai-donor-asi.
  • Puri Bunda. Perhatikan 3 Hal Ini Sebelum Memberi atau Menerima Donor ASI. https://www.puribunda.com/perhatikan-3-hal-ini-sebelum-memberi-atau-menerima-donor-asi/.
  • Klik Dokter. Syarat Menjadi Donor ASI yang Perlu Anda Tahu. https://www.klikdokter.com/ibu-anak/ibu-menyusui/syarat-menjadi-donor-asi-yang-perlu-anda-tahu.
  • Kendari Info. Cerita Inspiratif Wisudawan Terbaik UHO yang Aktif Jadi Pendonor ASI. https://kendariinfo.com/cerita-inspiratif-wisudawan-terbaik-uho-yang-aktif-jadi-pendonor-asi/
  • Radar Semarang. Kisah Bayi-Bayi yang Diselamatkan oleh Donor ASI, Jadi Saudara Sepersusuan, Ada Kedekatan Emosional. https://radarsemarang.jawapos.com/cover-story/721398639/kisah-bayibayi-yang-diselamatkan-oleh-donor-asi-jadi-saudara-sepersusuan-ada-kedekatan-emosional.

Back to Hegen Blog