Secara alami, tubuh Bunda akan memproduksi ASI ketika mendekati HPL dan selama si kecil membutuhkannya. ASI yang baik dan berkualitas diperlukan untuk mendukung tumbuh kembang anak. Mengenali ciri-ciri kualitas ASI buruk menjadi penting agar Bunda dapat segera mendeteksi dan mengambil langkah yang tepat untuk memperbaikinya.
Ciri-ciri kualitas ASI yang buruk tidak hanya terlihat dari ASI yang dihasilkan, tetapi juga dari respons tubuh bayi yang mengonsumsinya. Jika cukup cermat, Bunda dapat segera mendeteksi penyebabnya dan mencari solusi yang tepat untuk masalah ini.
Kenali Ciri-Ciri Kualitas ASI Buruk Secepatnya
Karena menjadi satu-satunya asupan makanan untuk bayi hingga usianya sekitar 6 bulan, maka ASI yang buruk juga akan membawa dampak signifikan pada tumbuh kembangnya. Beberapa ciri umum sering kali cukup mudah diamati.
1. Perubahan Warna pada ASI
Warna ASI yang dihasilkan tubuh bisa saja berubah dan terlihat asing. Perubahan warna ASI sebagai tanda menurunnya kualitas sumber nutrisi ini sangat mudah terlihat pada ASI yang disimpan di dalam lemari es setelah diperah.
ASI yang disimpan di dalam lemari es memiliki batas waktu penyimpanan yang wajar dan harus Bunda perhatikan. Jika dari tampilannya ASI telah mengalami perubahan warna, maka sebaiknya tidak lagi diberikan kepada bayi.
2. Baunya Kurang Sedap
Selain warna yang berubah, ASI yang kualitasnya buruk juga akan menimbulkan bau yang tidak sedap. Hal ini sangat mungkin terjadi ketika ASI yang disimpan terkontaminasi atau basi karena melewati batas penyimpanan yang wajar.
Bunda dapat dengan mudah mengenali ciri-ciri kualitas ASI buruk ini hanya dengan mendekatkan hidung ke ASI tersebut.
3. Bayi Jarang Buang Air Kecil dan Besar
Jika poin pertama dan kedua adalah ciri ASI yang dapat terlihat langsung, ciri ketiga adalah bayi jarang buang air kecil dan buang air besar.
Pada ASI yang berkualitas baik, nutrisi di dalamnya akan diserap optimal oleh tubuh sehingga metabolisme si kecil berjalan dengan ideal. Namun, ketika kualitas ASI menurun, proses ekskresi ini akan terhambat.
4. Selalu Terlihat Lapar
Ketika bayi bisa segera terlelap setelah disusui, itu tandanya ASI yang dihasilkan tubuh berkualitas baik. Sebaliknya, ketika si kecil terus terlihat lapar dan gelisah, bisa jadi ia menunjukkan kualitas ASI yang diberikan kurang baik.
Meski memang tidak secara pasti berkaitan dengan kualitas ASI, si kecil yang rewel setelah menyusu bisa menjadi salah satu tanda yang tampak.
5. Berat Badan Tidak Bertambah Ideal
ASI yang berkualitas buruk tidak memiliki kandungan nutrisi yang diperlukan oleh bayi untuk tumbuh dan berkembang. Tandanya adalah berat badan si kecil tidak meningkat seiring bertambahnya usia.
Secara ideal pada usia 0 hingga 3 bulan, berat badan bayi bisa bertambah antara 150 gram hingga 190 gram setiap minggunya.
6. Sering Mengalami Sakit
Tanda lain dari kualitas ASI yang kurang baik adalah daya tahan tubuh si kecil yang terbilang lemah. Bayi mudah sakit meskipun cukup istirahat dan mendapatkan asupan ASI, yang merupakan akibat dari minimnya nutrisi untuk membangun daya tahan tubuhnya.
Sebenarnya penyakit yang sering dialami bukan penyakit serius, seperti pilek, batuk, atau sekadar demam. Namun, pada awal masa kehidupannya, gangguan kesehatan seperti ini dapat menghambat tumbuh kembang.
Tapi Apa Penyebabnya?
Ada beberapa penyebab yang ditengarai menjadi akar masalah dari kualitas ASI yang buruk. Sebagian besar berasal dari kondisi yang Bunda alami, yang praktis merupakan tempat ASI diproduksi.
- Pola makan yang kurang ideal. Pola makan ini bisa jadi tidak ideal karena satu dan lain hal. Misalnya, Bunda sedang menjalani diet untuk mengembalikan bentuk tubuh pascamelahirkan, tapi justru memilih makanan dan minuman yang kurang bernutrisi. Padahal, apa yang Bunda konsumsi adalah bahan utama untuk diolah menjadi ASI.
- Konsumsi obat tanpa resep dokter. Kualitas ASI juga dapat menurun ketika Bunda terlalu banyak mengonsumsi obat-obatan tertentu selama masa menyusui. Lebih parah jika obat dikonsumsi tanpa resep dokter, yang mungkin saja berpengaruh pada metabolisme dan kerja saluran pencernaan.
- Pola hidup tidak sehat. Kebiasaan merokok, konsumsi minuman beralkohol, kandungan kafein yang terlalu tinggi, kurang istirahat, kurang asupan cairan, stres, dan sebagainya dapat berdampak langsung pada nutrisi di dalam ASI.
- Kondisi kesehatan tertentu yang merupakan bawaan. Untuk penyebab yang terakhir ini, Bunda dapat memastikannya langsung ke dokter sehingga dapat segera diketahui dan diatasi.
Berikut Beberapa Cara Meningkatkan Kualitas ASI yang Buruk
Ketika muncul ciri-ciri kualitas ASI buruk, ada beberapa hal sederhana yang dapat Bunda lakukan guna mengembalikan kualitas nutrisi di dalam ASI.
- Pertama, terapkan pola makan sehat dengan nutrisi seimbang. Ingat, Bunda tidak hanya memerlukan makanan untuk menutrisi tubuh sendiri, tetapi juga agar nutrisi tersebut dapat disalurkan ke bayi melalui ASI yang dihasilkan tubuh.
- Kedua, konsumsi air putih yang cukup setiap hari. Pada masa menyusui, jumlah yang direkomendasikan adalah 10 gelas per hari. Hal ini untuk memberikan asupan yang cukup bagi metabolisme tubuh dan proses produksi ASI. Bunda dapat mengombinasikan air putih dengan berbagai jus buah atau sayur untuk menambah kandungan nutrisi yang masuk ke tubuh.
- Ketiga, terapkan pola hidup sehat. Jauhi alkohol dan rokok serta batasi jumlah kafein harian, cukup istirahat setiap hari, hindari penyebab stres dan kelola dengan baik, serta usahakan menikmati setiap momen berharga bersama bayi. Kondisi mental yang stabil berdampak baik bagi ASI yang dihasilkan.
- Keempat, minta saran dokter atau ahli nutrisi untuk membantu memulihkan kondisi tubuh pada masa menyusui. Menjaga pola hidup sehat secara disiplin memang tidak mudah, apalagi dengan berbagai tanggung jawab baru di pundak Bunda. Namun, hal ini esensial agar tubuh Bunda tetap sehat.
Pilih Produk Penyimpanan yang Tepat, Hegen Solusinya
Well, pada akhirnya jika Bunda juga menerapkan pumping, Bunda memerlukan peralatan yang berkualitas. Hegen selalu menyediakan jawaban atas kebutuhan Bunda.
Sederet produk siap digunakan dengan kualitas yang tidak main-main. Bunda dapat menggunakan manual breast pump atau model otomatis dengan berbagai pengaturan untuk memompa ASI. Tidak perlu cemas, sebab breast pump ini dapat langsung dihubungkan ke botol yang berfungsi sebagai storage dari Hegen, dan ditutup rapat menggunakan produk yang ada.
Ekosistem yang sempurna membantu Bunda menjaga kualitas setiap tetes ASI yang berharga sehingga tetap dalam keadaan sempurna ketika diberikan pada si kecil.
Ā
Setelah memahami ciri-ciri kualitas ASI buruk di atas, semoga Bunda dapat memperoleh insight berguna. Ingat, untuk urusan pumping dan storage ASI, selalu andalkan produk dari Hegen. Produk Hegen hadir dengan berbagai kelebihan yang dapat Bunda rasakan, antara lain:
- Material utama botol PPSU, yakni kombinasi sempurna dari plastik dan kaca yang memadukan keunggulan keduanya.
- Bebas bau dan noda karena mudah dibersihkan dengan desain mulut botol yang lebar dan bentuk yang ergonomis.
-
Kemudahan mengganti bagian tutup botol dengan perangkat pumping, teat, straw, hingga tutup penyimpanan yang bisa saling dikaitkan.
-
Berbagai mode pumping yang membuat proses ini terasa nyaman dan alami.
Semoga bermanfaat, dan kenali segera ciri-ciri kualitas ASI buruk agar Bunda dapat mengambil langkah tepat untuk mengatasinya. Selalu andalkan Hegen untuk berbagai keperluan, dan semoga si kecil selalu sehat!
Referensi:
-
Hamil.co.id. Begini 7 Ciri Ciri Kualitas ASI Buruk yang Berbahaya untuk Bayi. https://hamil.co.id/pasca-hamil/menyusui/ciri-ciri-kualitas-asi-buruk.
-
KlikDokter. Ciri-Ciri ASI Basi yang Tak Layak Minum, Mama Mesti Tahu!. https://www.klikdokter.com/ibu-anak/ibu-menyusui/tanda-tanda-asi-basi-dan-tak-layak-konsumsi.
-
HaiBunda. 5 Tanda ASI Bunda Kurang Bernutrisi. https://www.haibunda.com/menyusui/20191022150130-54-63230/5-tanda-asi-bunda-kurang-bernutrisi,
-
AyoSehat Kemkes. Mari Kenal Ciri-Ciri ASI Berkualitas. https://ayosehat.kemkes.go.id/mari-kenal-ciri-ciri-asi-berkualitas.
-
Bebeclub. 17 Makanan untuk Meningkatkan Kualitas dan Melancarkan ASI. https://bebeclub.co.id/artikel/nutrisi/0-3-bulan/makanan-minuman-yang-mempengaruhi-kualitas-asi.
-
Health.grid.id. Berantas Stunting; 5 Makanan Yang Membuat Kualitas ASI Menurun. https://health.grid.id/read/351997478/berantas-stunting-5-makanan-yang-membuat-kualitas-asi-menurun?page=all.
-
POPMAMA. 5 Kebiasaan Buruk yang Bisa Pengaruhi Kualitas dan Kuantitas ASI. https://www.popmama.com/pregnancy/birth/annas/kebiasaan-buruk-yang-bisa-mempengaruhi-kualitas-kuantitas-asi?page=all.Ā