Bayi Menangis Saat Menyusu? Ini 10 Penyebab yang Sering Terjadi dan Cara Mengatasinya
Bayangkan momen ketika ibu sudah menyiapkan waktu khusus untuk menyusui. Bayi tampak lapar, membuka mulut lebar, lalu mulai menyusu. Namun, baru beberapa isapan, tangisnya pecah. Ibu mencoba mengganti posisi, menggendong lebih erat, bahkan menawarkan payudara atau botol kembali. Hasilnya tetap sama, bayi terus menangis. Situasi ini sering membuat orang tua bingung karena bayi menangis saat menyusu tidak selalu berarti bayi menolak ASI.
Bisa jadi, bayi sedang memberi tahu bahwa ada sesuatu yang membuatnya tidak nyaman. Dengan memahami penyebabnya, orang tua dapat memilih respons yang tepat dan membantu menciptakan pengalaman menyusu yang lebih tenang, nyaman, dan menyenangkan setiap hari. Cari tahu apa saja penyebabnya, serta solusi efektif dalam mengatasi hal ini dalam artikel berikut!
Tidak Semua Tangisan Saat Menyusu Memiliki Penyebab yang Sama
Tangisan merupakan bentuk komunikasi, bukan diagnosis. Waktu munculnya tangisan juga bisa menjadi petunjuk. Simak tabel di bawah ini!
|
Waktu tangisan |
Kemungkinan penyebab |
|
Sebelum menyusu |
Terlalu lapar, lelah, overstimulasi |
|
Saat mulai mengisap |
Aliran susu, latch, posisi, dot |
|
Di tengah feeding |
Udara tertelan, kenyang, terdistraksi |
|
Setelah menyusu |
Gumoh, refluks, perlu bersendawa |
10 Penyebab Bayi Menangis Saat Menyusu dan Cara Mengatasinya
Bayi menangis saat menyusu dapat disebabkan aliran susu terlalu deras atau lambat, posisi kurang nyaman, udara tertelan, gumoh, kolik, hidung tersumbat, tumbuh gigi, overstimulasi, kenyang, atau kelelahan. Amati pola tangisan dan tanda penyertanya. Berikut ulasannya:
1. Aliran ASI atau Susu Terlalu Deras
Bayi dapat kewalahan mengatur isapan, menelan, dan bernapas. Tanda yang terlihat antara lain tersedak, batuk, melepas puting atau dot, kemudian rewel. Jika bayi menangis saat menyusu karena aliran terlalu deras, coba posisi lebih tegak, beri jeda, dan pilih aliran dot sesuai tahap perkembangan.
2. Aliran Susu Terlalu Lambat
Bayi mungkin mengisap kuat tetapi frustrasi karena susu keluar sedikit. Evaluasi ukuran teat dan pastikan dot tidak tersumbat. Jangan otomatis memilih aliran tercepat karena kebutuhan setiap bayi berbeda.
3. Posisi Menyusu Kurang Nyaman
Kepala, leher, dan tubuh yang tidak sejajar dapat mengganggu kenyamanan. Pelekatan yang kurang optimal juga dapat membuat bayi sering melepas puting. Perbaiki posisi tubuh bayi dan gunakan botol yang mudah digenggam agar pengasuh lebih mudah menjaga posisi feeding stabil.
4. Bayi Menelan Terlalu Banyak Udara
Udara yang ikut tertelan dapat menyebabkan sendawa, kembung, menggeliat, dan rewel. Lakukan burping saat diperlukan, perhatikan teknik feeding, dan saat menggunakan botol pastikan bagian dot terisi susu.
5. Gumoh atau Refluks Ringan
Sebagian bayi mengalami gumoh karena sistem pencernaan masih berkembang. Bayi dapat meringis, melengkungkan tubuh, atau rewel setelah minum. Tegakkan bayi setelah menyusu dan hindari memberi susu berlebihan dalam satu sesi. Jika muntah banyak atau berulang, konsultasikan dengan dokter.
6. Kolik
Kolik dapat berupa episode menangis intens yang sulit ditenangkan dan sering muncul pada waktu tertentu. Gunakan ritme feeding yang tenang, kurangi rangsangan, dan beri jeda saat bayi terlalu tertekan. Jika pola tangisan sulit dibedakan dari keluhan lain, minta evaluasi tenaga kesehatan.
7. Hidung Tersumbat
Bayi harus mengoordinasikan mengisap, menelan, dan bernapas. Hidung tersumbat dapat membuatnya berhenti mengisap atau frustrasi. Bila bayi menangis saat menyusu dan hidungnya tersumbat, bersihkan hidung dengan cara aman sebelum feeding dan atur posisi yang membantu pernapasan. Jika sulit bernapas atau tidak mampu minum, segera cari pertolongan medis.
8. Sedang Tumbuh Gigi
Gusi sensitif dapat membuat mengisap terasa tidak nyaman. Bayi mungkin banyak mengeluarkan air liur atau menggigit puting dan dot. Beri waktu untuk rileks sebelum feeding dan jangan memaksa ketika tampak kesakitan.
9. Lingkungan Terlalu Ramai
Suara, cahaya, banyak orang, dan aktivitas sekitar dapat menyebabkan overstimulasi. Bayi bisa menoleh, berhenti mengisap, mudah kaget, lalu menangis. Saat bayi menangis karena terdistraksi, pindahkan proses feeding ke ruangan yang tenang dengan gangguan minimal.
10. Bayi Sudah Kenyang atau Terlalu Lelah
Tidak semua tangisan berarti lapar. Bayi yang kenyang dapat memalingkan kepala, menutup mulut, melepas puting atau dot, sedangkan bayi lelah dapat menjadi rewel. Kenali hunger cue dan satiety cue, lalu hindari memaksa bayi menghabiskan susu.
Mengapa Cara Orang Tua Merespons Tangisan Sama Pentingnya?

Ketika bayi menangis saat menyusu, respons orang tua ikut membentuk suasana feeding. Bayi belajar merasa aman melalui interaksi yang konsisten dan responsif. Feeding adalah komunikasi dua arah melalui isapan, gerakan tubuh, ekspresi, dan tangisan.
Berikan jeda dan tenangkan bayi sebelum mencoba lagi. Membaca bahasa tubuh membantu membedakan lapar, kenyang, lelah, dan tidak nyaman.
Peran Perlengkapan Feeding dalam Menciptakan Pengalaman Menyusu yang Lebih Nyaman
Perlengkapan feeding seperti botol dan dot yang tepat dapat membantu menciptakan pengalaman menyusu yang lebih nyaman bagi bayi maupun orang tua. Pemilihan botol sebaiknya mempertimbangkan kapasitas, bentuk, serta kemudahan penggunaannya agar proses pemberian ASI perah atau susu formula berjalan lebih praktis.
Sementara itu, aliran dot perlu disesuaikan dengan usia dan kemampuan bayi agar aliran susu tidak terlalu deras atau terlalu lambat. Selain perlengkapan, posisi bayi, teknik memegang botol, serta suasana selama menyusu juga berperan penting. Dengan perlengkapan yang sesuai dan teknik feeding yang tepat, orang tua dapat membantu bayi menikmati proses minum dengan lebih tenang sekaligus menciptakan momen bonding yang menyenangkan.
Baca juga: Fase Bayi Rewel: Penyebab, Tanda-Tanda & Cara Mengatasinya
Mendukung Feeding yang Lebih Nyaman Bersama Hegen

Hegen menjadi pilihan paling ideal dalam mendukung proses feeding yang lebih nyaman. Ini keunggulannya:
1. Feeding Bottle Hegen dengan Desain Ergonomis
Hegen PCTO™ Feeding Bottle PPSU memiliki bentuk Sqround yang khas dan nyaman digenggam dari berbagai sudut. Desain ini membantu orang tua dan pengasuh menjaga botol stabil.
Pilihan yang dapat dipertimbangkan adalah Hegen PCTO™ Feeding Bottle PPSU 150 ml dan 240ml. Namun, kapasitas sebaiknya mengikuti kebutuhan minum bayi.
2. Dot Hegen menghadirkan Natural Feeding Experience
Dot Hegen memiliki bentuk yang mendukung perlekatan alami atau natural latch sehingga dapat membantu bayi ketika bergantian antara menyusu langsung dan menggunakan botol. Tersedia aliran Extra Slow Flow, Slow Flow, Medium Flow, Fast Flow, dan Thick Feed sesuai usia serta kebutuhan bayi.
Jika bayi tersedak atau frustrasi, evaluasi aliran teat. Usia menjadi panduan, tetapi respons bayi penting.
3. Membantu Proses Feeding Lebih Nyaman dari Awal hingga Akhir
Botol ergonomis dan dot dengan aliran sesuai dapat membantu posisi feeding stabil dan terasa natural. Feeding yang nyaman membantu orang tua fokus pada bonding.
Kapan Tangisan Saat Menyusu Perlu Diperiksakan ke Dokter?
Bayi menangis saat menyusu perlu diperhatikan lebih serius jika disertai berat badan sulit naik, muntah berulang atau banyak, demam, tampak kesakitan setiap kali feeding, minum jauh lebih sedikit, popok basah berkurang, atau terdapat tanda dehidrasi.
Jika keluhan menetap, konsultasikan dengan dokter anak atau konselor laktasi. Pemeriksaan membantu membedakan masalah teknik feeding dari kondisi medis.
Baca juga: Bayi Menangis saat Tidur? 11 Alasan Ini Bisa Jadi Pemicunya
Bayi menangis saat menyusu bukan tanda kegagalan orang tua, melainkan salah satu cara bayi berkomunikasi tentang lapar, kenyang, lelah, atau ketidaknyamanan. Amati kapan tangisan muncul, perhatikan bahasa tubuh, lalu sesuaikan teknik feeding secara bertahap. Jika keluhan menetap atau disertai tanda bahaya, jangan ragu berkonsultasi dengan dokter anak atau konselor laktasi.
Untuk mendukung momen menyusu yang lebih nyaman, perlengkapan seperti Hegen PCTO™ Feeding Bottle dengan desain ergonomis dan Dot Hegen dengan Natural Feeding Experience dapat menjadi pilihan pendukung. Dengan perlengkapan yang sesuai kebutuhan, proses feeding dapat terasa lebih stabil, natural, dan membantu mempererat bonding orang tua dengan si kecil setiap hari.