Jangan Asal Minum! Ini Bahan Herbal yang Sebaiknya Dihindari Ibu Menyusui

bahan-herbal-yang-dihindari-ibu-menyusui

Setelah melahirkan, Bunda mungkin mulai menerima banyak saran tentang makanan dan minuman herbal yang katanya bisa membantu ASI. Tapi, benarkah semua yang berlabel โ€œherbalโ€ aman dikonsumsi saat menyusui?

Faktanya, tidak semua bahan herbal memiliki tingkat keamanan yang sama. Ada yang cukup aman, tetapi ada pula yang bukti ilmiahnya masih terbatas atau justru sebaiknya dihindari. Yuk, kenali faktanya agar Bunda bisa lebih bijak memilih herbal selama menyusui tanpa mengabaikan kesehatan si Kecil.

Mengapa Ibu Menyusui Perlu Lebih Selektif Memilih Produk Herbal?

Zat aktif dari makanan dan minuman dapat masuk ke dalam tubuh Bunda, dan sebagian senyawa dapat berpindah ke ASI dalam jumlah tertentu. Tidak semua herbal telah diteliti secara memadai pada ibu menyusui, dan ada perbedaan besar antara mengonsumsinya sebagai bumbu masakan sehari-hari dengan mengonsumsinya dalam bentuk suplemen berkonsentrasi tinggi.

Memahami Kategori Herbal: Aman, Perlu Dibatasi, atau Sebaiknya Dihindari

Kelompok herbal yang umumnya aman bila dikonsumsi sebagai bagian dari makanan antara lain jahe, kunyit, daun kelor sesuai porsi makanan, dan bawang putih. Perlu diingat, keamanan ini dapat berbeda jika dikonsumsi dalam bentuk ekstrak atau suplemen dosis tinggi.

Herbal yang memerlukan kehati-hatian meliputi fenugreek, peppermint, sage, dan parsley dalam jumlah besar. Bukti ilmiah mengenai herbal ini masih beragam, ada kemungkinan memengaruhi produksi ASI pada sebagian Bunda, sehingga penting memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsinya.

Herbal yang sebaiknya dihindari tanpa pengawasan tenaga kesehatan, menurut sejumlah literatur, termasuk ginseng, kava, comfrey, serta herbal dengan kandungan senyawa yang berpotensi toksik. Alasan utamanya adalah keterbatasan data keamanan atau adanya potensi efek samping yang belum sepenuhnya dipahami.

Menurut American Academy of Family Physicians (AAFP), galaktagog herbal seperti fenugreek, adas, dan milk thistle memiliki bukti efektivitas yang masih terbatas untuk meningkatkan produksi ASI, meski umumnya memiliki risiko toksisitas yang rendah. 

Karena produk herbal tidak melalui standar verifikasi kandungan dan kemurnian produksi yang ketat seperti obat resmi, kualitas antar produk bisa sangat bervariasi.

"Alami" Tidak Selalu Berarti Aman: Cara Menilai Informasi Herbal Secara Kritis

Sumber: Pexels

Penting bagi Bunda membedakan pengalaman pribadi orang lain dengan bukti ilmiah yang teruji. Waspadai pula klaim yang menjanjikan hasil "melancarkan ASI secara instan", karena klaim semacam ini jarang didukung penelitian yang kuat.

Mengenali perbedaan antara jamu tradisional, teh herbal, dan suplemen herbal juga penting, karena konsentrasi zat aktifnya bisa sangat berbeda. Membaca komposisi produk secara menyeluruh sebelum membeli membantu Bunda menghindari kandungan yang belum jelas keamanannya.

Apakah semua herbal aman untuk ibu menyusui? Tidak, sebagian herbal umumnya aman sebagai makanan, sementara herbal lain perlu dibatasi atau dihindari karena bukti keamanannya masih terbatas. 

Herbal apa yang sebaiknya dihindari saat menyusui? Beberapa contoh yang sering dibahas dalam literatur adalah ginseng, kava, dan comfrey, karena keterbatasan data keamanan.

Baca juga: Makanan yang Membuat Kualitas ASI Bagus, ini Daftarnya!

Faktor yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Mengonsumsi Herbal Saat Menyusui

  • Pertimbangkan usia si Kecil

  • Kondisi kesehatan Bunda

  • Apakah bayi lahir prematur atau cukup bulan

  • Obat-obatan yang sedang dikonsumsi

  • Riwayat alergi dalam keluarga sebelum mencoba herbal tertentu, terutama dalam bentuk suplemen.

Kapan Sebaiknya Ibu Berkonsultasi dengan Dokter atau Konselor Laktasi?

Segera konsultasikan jika Bunda ingin mengonsumsi herbal setiap hari, menggunakan suplemen herbal dosis tinggi, si Kecil menunjukkan perubahan perilaku setelah Bunda mengonsumsi herbal tertentu, memiliki kondisi kesehatan tertentu, atau produksi ASI menurun tanpa penyebab yang jelas. 

Menurut Cleveland Clinic, bukti ilmiah mengenai keamanan dan efektivitas sebagian besar suplemen laktasi, termasuk herbal galaktagog, masih belum meyakinkan, sehingga kehati-hatian tetap diperlukan sebelum mengonsumsinya secara rutin.

Menjaga Kualitas ASI Tidak Hanya Bergantung pada Herbal

Banyak faktor lain yang justru lebih berpengaruh terhadap keberhasilan menyusui, seperti frekuensi menyusui atau pumping, pengosongan payudara secara optimal, asupan makanan bergizi seimbang, kecukupan cairan, istirahat dan manajemen stres, hingga penyimpanan ASI yang benar.

Setelah ASI Diperah, Penyimpanan yang Tepat Menjadi Langkah Penting Berikutnya

Sumber: Hegen

Ketika Bunda sudah berupaya menjaga pola makan dan menjalani proses menyusui dengan baik, kualitas penanganan ASI perah juga menjadi bagian penting dari perjalanan laktasi. Penyimpanan yang higienis membantu menjaga ASI tetap siap digunakan sesuai kebutuhan si Kecil.

Hegen membantu penyimpanan ASI secara higienis, dengan wadah yang dirancang khusus untuk memudahkan pengelolaan stok ASI di rumah sekaligus menjaga kebersihan selama proses penyimpanan. 

Botol Hegen PPSU premium menggunakan material berkualitas tinggi yang tahan lama untuk penggunaan berulang, sehingga menjadi solusi jangka panjang dalam perjalanan menyusui, sekaligus bebas BPA dan BPS sesuai spesifikasi produk resmi.

Dengan satu ekosistem Hegen Feeding System, wadah yang sama dapat digunakan dalam berbagai tahap, mulai dari penyimpanan ASI hingga proses pemberian ASI kepada si Kecil, sehingga rutinitas menyusui menjadi lebih praktis dan efisien.

Checklist Sebelum Mengonsumsi Herbal Selama Menyusui

  • Cari informasi dari sumber medis tepercaya

  • Periksa apakah herbal dikonsumsi sebagai makanan atau suplemen

  • Hindari penggunaan berlebihan

  • Konsultasikan jika digunakan secara rutin

  • Amati respons Bunda dan bayi

  • Jangan mengganti pengobatan medis dengan herbal tanpa arahan tenaga kesehatan.

Baca juga: Kapan dan Bagaimana Power Pumping ASI Efektif Dilakukan?

Jaga Asupan Nutrisi dan Jalani Pola Menyusui yang Optimal

Memilih bahan herbal selama menyusui sebaiknya tidak hanya didasarkan pada tradisi atau tren, tetapi juga mempertimbangkan bukti ilmiah dan kondisi masing-masing Bunda. Tidak semua herbal memiliki tingkat keamanan yang sama, sehingga konsultasi dengan dokter atau konselor laktasi menjadi langkah bijak sebelum mengonsumsi herbal secara rutin, terutama dalam bentuk suplemen.

Selain menjaga asupan nutrisi dan menjalani pola menyusui yang optimal, pastikan ASI yang telah diperah juga ditangani dengan baik. Hegen membantu proses penyimpanan ASI yang higienis, sementara botol PPSU premium Hegen yang dirancang aman untuk penggunaan jangka panjang menjadi solusi praktis bagi Bunda yang ingin menjalani perjalanan menyusui dengan lebih nyaman dan efisien.


FAQ Seputar Herbal untuk Ibu Menyusui

  1. Apakah semua jamu aman untuk ibu menyusui? Tidak, keamanannya tergantung jenis herbal, dosis, dan bentuk konsumsinya.

  2. Apakah jahe aman dikonsumsi selama menyusui? Umumnya aman dalam jumlah wajar sebagai bagian dari makanan sehari-hari.

  3. Benarkah peppermint dapat memengaruhi produksi ASI? Ada kemungkinan pada sebagian ibu, sehingga penting memperhatikan respons tubuh setelah mengonsumsinya.

  4. Apakah daun kelor boleh dikonsumsi ibu menyusui? Umumnya aman dalam porsi makanan biasa, namun perlu kehati-hatian dalam bentuk suplemen dosis tinggi.

  5. Herbal apa yang sebaiknya dihindari saat menyusui? Beberapa contoh yang sering dibahas dalam literatur adalah ginseng, kava, dan comfrey.

  6. Bagaimana cara menyimpan ASI perah agar tetap higienis? Gunakan wadah tertutup rapat, PPSU medical grade, dan ikuti panduan penyimpanan sesuai suhu.

Referensi

1. American Academy of Family Physicians (AAFP). Medication Safety in Breastfeeding. https://www.aafp.org/afp/2022/1200/medication-safety-breastfeeding

2. Cleveland Clinic. Lactation Supplements and Your Breast Milk Supply: Why To Be Cautious. https://health.clevelandclinic.org/lactation-supplements-to-increase-milk-supply

3. Fenugreek. Drugs and Lactation Database (LactMed). National Library of Medicine (NCBI Bookshelf). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK501779/

Back to Hegen Blog