Pumping di Kantor: Jadwal, Tempat, dan Cara Menyimpan ASIP
Pumping di kantor berjalan lebih lancar bila jadwal, tempat, dan perlengkapannya disiapkan sejak awal. Panduan IDAI untuk ibu bekerja menyarankan memerah sekitar setiap 3 jam agar produksi ASI tetap terjaga selama jam kerja. Hasil perahan kemudian disimpan dingin sampai waktunya pulang.
Bagaimana Cara Pumping di Kantor agar Tetap Teratur?
- Tentukan jadwal memerah tetap, misalnya sebelum mulai kerja, menjelang makan siang, dan sore hari.
- Pastikan ada ruang yang bersih, tertutup, dan punya stopkontak bila memakai pompa elektrik.
- Siapkan pompa, wadah simpan, dan pendingin sejak malam sebelumnya.
- Simpan ASI perah di kulkas kantor atau cooler bag berisi ice gel sampai pulang.
Kunci cara pumping di kantor adalah rutinitas yang konsisten. Tubuh lebih mudah menjaga produksi ASI bila jam memerah tidak berubah-ubah setiap hari.
Lama setiap sesi memerah berbeda pada setiap ibu. Panduan lebih rinci tentang durasi dan teknik memerah ada di artikel cara dan durasi pumping ASI.
Contoh Jadwal Pumping di Kantor untuk Hari Kerja 8 Jam

Berikut contoh jadwal pumping di kantor untuk jam kerja 08.00 sampai 17.00, dengan istirahat 1 jam. Jadwal ini bisa digeser mengikuti jam rapat dan waktu istirahat.
| Waktu | Kegiatan | Catatan |
|---|---|---|
| 07.30 | Memerah sebelum mulai kerja | Bisa dilakukan di rumah atau setibanya di kantor |
| 10.30 | Memerah pagi | Pilih waktu di antara rapat |
| 13.00 | Memerah siang | Setelah istirahat makan siang |
| 16.00 | Memerah sore | Sebelum bersiap pulang |
Setelah setiap sesi, beri label tanggal dan jam perah pada wadah sebelum disimpan. Label ini memudahkan pengasuh memakai stok yang paling lama lebih dulu.
Bila jadwal hari itu padat, sesi bisa sedikit dimajukan atau dimundurkan. Yang penting, jarak antarsesi tidak terlalu jauh dari biasanya.
Bila jam kerja lebih panjang, misalnya karena lembur, tambahkan satu sesi lagi sebelum pulang.
Ruang Pumping di Kantor dan Hak Laktasi
Ruang pumping di kantor idealnya bersih, tertutup, dan punya tempat duduk yang nyaman. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 memberi ibu bekerja hak atas kesempatan dan fasilitas yang layak untuk laktasi selama waktu kerja.
Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 juga mengatur penyediaan fasilitas khusus menyusui atau memerah ASI di tempat kerja. Bila ruang laktasi belum tersedia, Bunda bisa mengajukan pemakaian ruang rapat kecil yang bisa dikunci.
Hindari memerah di toilet karena kebersihannya sulit dijaga. Bawa tisu atau lap bersih untuk membersihkan permukaan meja sebelum meletakkan perlengkapan.
Bila ada rekan kerja lain yang juga menyusui, sepakati jadwal pemakaian ruang agar tidak bentrok.
Pompa Seperti Apa yang Cocok untuk di Kantor?
Pilihan pompa bergantung pada ruang yang tersedia dan pola kerja harian. Pilihan pompa elektrik Hegen bisa dilihat di koleksi pompa ASI elektrik Hegen.
Bila ada ruang laktasi dengan stopkontak, Hegen PCTO™ Double Electric Breast Pump (SoftSqround™) memerah dua sisi sekaligus. Hegen menyebut daya hisap pompa ini sebagai hospital-grade suction. Paketnya berisi corong SoftSqround™ 22mm dan dua wadah 150ml, dengan garansi 1 tahun untuk perangkat pompa dan adaptor listrik. Garansi berlaku setelah registrasi lewat kode QR di bagian belakang produk.
Bila ruang laktasi terbatas, Bunda bisa mempertimbangkan Hegen PCTO™ Wearable Breast Pump. Pompa ini memakai wadah pompa 170ml, Hegen Breast Cushion 28mm, dan insert 22mm. Pembahasan cara kerjanya akan tersedia di artikel Pompa ASI Handsfree.
Cara Menyimpan ASIP sampai Pulang

Hasil memerah di kantor sebaiknya langsung disimpan di kulkas kantor. Bila tidak ada kulkas, cooler bag berisi ice gel beku dapat menyimpan ASI perah sampai 24 jam. Masukkan wadah ke kantong tertutup agar terpisah dari makanan lain di kulkas kantor.
Untuk wadahnya, Hegen menyediakan Hegen PCTO™ Breast Milk Storage PPSU dalam ukuran 60ml dan 150ml. Wadah ini berbahan PPSU yang menurut Hegen bebas BPA, BPS, ftalat, dan PVC. Penjelasan lengkapnya ada di artikel keunggulan botol PPSU.
Penutup PCTO™ ditutup dengan cara ditekan dan dibuka dengan cara diputar, tanpa ulir. Menurut Hegen, penutup ini dirancang zero spillage.
Sesampainya di rumah, wadah ASIP Hegen dapat dipasang collar dan dot sehingga menjadi botol susu PPSU Hegen. Pengasuh bisa memberikan ASI perah tanpa memindahkannya ke botol lain. Botol ini menjadi sarana memberi ASIP saat Bunda bekerja, bukan pengganti menyusui langsung.
Tips Bicara dengan Atasan dan Checklist Singkat
Sampaikan rencana memerah kepada atasan sebelum kembali bekerja. Jelaskan perkiraan jumlah sesi dan durasinya, serta bahwa jadwalnya bisa disesuaikan dengan rapat penting.
Tawarkan cara agar pekerjaan tetap berjalan, misalnya membawa laptop ke ruang laktasi untuk membaca dokumen. Menyebut hak laktasi dalam undang-undang secara santun juga membantu atasan memahami kebutuhan ini.
Bila perlu, bagikan jadwal tertulis singkat agar atasan dan rekan satu tim tahu jam-jam ketika Bunda sedang memerah.
Checklist singkat perlengkapan pumping di kantor:
- Pompa ASI beserta adaptor listrik atau pengisi daya.
- Wadah simpan yang bersih sesuai jumlah sesi.
- Cooler bag dan ice gel yang sudah dibekukan.
- Kantong bersih untuk menyimpan bagian pompa yang sudah dipakai.
- Tisu atau lap bersih untuk meja dan tangan.
Referensi
- Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2024 tentang Kesejahteraan Ibu dan Anak
- Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2012 tentang Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif
- Centers for Disease Control and Prevention (CDC), panduan penyimpanan ASI perah
- Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), panduan manajemen laktasi bagi ibu bekerja
- Hegen Indonesia, FAQ dan halaman produk, hegen.co.id