Cara Membersihkan Alat Pumping di Kantor Tanpa Repot
Memahami cara membersihkan alat pumping di kantor membantu menjaga ASI perah tetap aman walaupun fasilitasnya terbatas. CDC menganjurkan mencuci tangan dengan sabun dan air selama sekitar 20 detik sebelum menyentuh perlengkapan memerah. Setelah memerah, bagian pompa yang terkena ASI perlu dibongkar dan dibersihkan secepatnya.
Bagaimana Cara Membersihkan Alat Pumping di Kantor?
- Cuci tangan sebelum memerah dan sebelum menyentuh bagian pompa yang bersih.
- Bongkar bagian pompa yang terkena ASI segera setelah selesai memerah.
- Cuci dengan sabun khusus botol bayi di baskom khusus, lalu bilas dengan air bersih.
- Keringkan di atas tisu atau lap bersih, lalu simpan dalam wadah tertutup.
Panduan kebersihan pompa dari CDC menekankan bahwa bagian pompa yang terkena ASI dibersihkan setiap kali selesai dipakai. Sisa ASI yang dibiarkan bisa menjadi tempat kuman berkembang.
Bila pantry kantor terbatas, langkah di atas tetap bisa dijalankan dengan sedikit persiapan dari rumah. Bila sempat, siapkan juga tisu bersih khusus untuk alas pengering. Bagian berikut membahasnya satu per satu.
Cuci tangan lagi bila sempat memegang ponsel, gagang pintu, atau tombol lift sebelum memerah. CDC juga menganjurkan membersihkan bagian luar pompa dan permukaan meja dengan tisu disinfektan setelah memerah.
Langkah Mencuci Bagian Pompa Hegen

Siapkan baskom kecil yang hanya dipakai untuk perlengkapan bayi, sabun khusus botol bayi, dan sikat yang sesuai. Semua perlengkapan ini cukup dimasukkan ke satu kantong kecil di tas pumping. Berikut langkah mencuci bagian pompa Hegen di kantor:
- Cuci tangan dengan sabun dan air sebelum mulai.
- Bongkar semua bagian yang terkena ASI, termasuk corong dan wadah.
- Bilas setiap bagian dengan air bersih untuk mengangkat sisa ASI.
- Gosok corong dan wadah dengan Hegen Bottle Brush & Teat Cleaner dan sabun khusus botol bayi.
- Bilas sampai bersih dari busa, lalu biarkan kering di atas tisu atau lap bersih.
Hegen tidak menyarankan sikat kawat karena bisa menggores permukaan. Hindari juga pembersih yang keras atau abrasif karena dapat merusak material.
Pastikan bagian kecil seperti valve tidak tertinggal saat dibongkar, karena mudah terselip di baskom atau tisu. CDC menyarankan bagian pompa dibiarkan kering di udara terbuka, bukan dilap dengan handuk, agar kuman dari kain tidak berpindah.
Noda lemak ASI sebaiknya dicuci secepatnya, karena lemak yang dibiarkan bisa menempel di dinding wadah. Cara membersihkan sisa susu yang sudah mengerak ada di artikel menghilangkan kerak susu pada dot bayi. Panduan perawatan lengkap tersedia di halaman Product Care & Usage Hegen.
Kalau Tidak Ada Wastafel di Kantor

Beberapa kantor tidak punya wastafel yang layak untuk mencuci perlengkapan bayi. Jangan mencuci bagian pompa langsung di wastafel umum atau toilet, karena kebersihannya sulit dijaga.
- Bawa baskom khusus dan air bersih dari rumah untuk membilas dan mencuci.
- Siapkan beberapa set bagian pompa yang bersih, sehingga setiap sesi memakai set baru.
- Masukkan bagian yang sudah dipakai ke kantong bersih tertutup, lalu cuci secepatnya setibanya di rumah.
Bedakan kantong untuk bagian yang bersih dan bagian yang sudah dipakai, misalnya dengan warna yang berbeda, agar tidak tertukar. Setelah mencuci di kantor, bersihkan juga baskom dan sikat, lalu simpan dalam kantong tersendiri.
Menurut CDC, bila tidak bisa langsung mencuci, bagian pompa dapat dibilas lalu disimpan di kulkas selama beberapa jam di antara sesi. Cara ini membantu memperlambat pertumbuhan bakteri sampai bagian pompa bisa dicuci dengan benar. Pembahasan lengkapnya ada di artikel Menyimpan Bagian Pompa di Kulkas.
Perlukah Steril Alat Pumping di Kantor?
Pertanyaan tentang cara steril alat pumping di kantor sering muncul karena waktu dan alat di kantor terbatas. CDC menganjurkan sterilisasi bagian pompa setidaknya sekali sehari. Langkah ini terutama penting bila bayi berusia di bawah 2 bulan, lahir prematur, atau daya tahan tubuhnya lemah.
Karena peralatan di kantor terbatas, sterilisasi bisa dilakukan sekali sehari di rumah, sementara di kantor fokus pada mencuci dengan benar. Untuk bayi yang lahir prematur, ikuti juga anjuran dokter yang merawatnya.
Hegen menyebut beberapa metode sterilisasi untuk produknya: direbus, uap, UV, dan tablet sterilisasi. Perhatikan batas suhu tiap bagian: PPSU tahan sekitar -20°C sampai 180°C, sedangkan bagian berbahan PP dan silikon sekitar 110°C.
CDC menyebut merebus selama 5 menit sebagai salah satu cara sterilisasi, selain uap dan mesin pencuci piring dengan air panas dan pengering panas. Untuk produk Hegen, petunjuk perawatannya meminta rak atas dan menghindari pengaturan suhu tinggi pada mesin pencuci piring. Jadi, untuk bagian Hegen, pilih cara rebus, uap, UV, atau tablet sterilisasi.
Merawat Bagian Pompa agar Tetap Layak Pakai
Pastikan semua bagian benar-benar kering sebelum dirakit kembali atau disimpan. Bagian yang disimpan dalam keadaan lembap lebih mudah ditumbuhi jamur. Simpan bagian yang sudah kering dalam wadah atau kantong bersih tertutup, jauh dari debu.
Periksa bagian pompa secara berkala dari retak, perubahan bentuk, atau keausan. Menurut FAQ Hegen, bagian yang retak, berubah bentuk, atau aus sebaiknya segera diganti.
Simpan sikat dan baskom terpisah dari peralatan makan lain di kantor. Ganti sikat bila bulunya mulai rusak atau tidak rapi lagi. Dengan rutinitas yang sama setiap hari, cara membersihkan alat pumping di kantor tidak lagi terasa merepotkan.
Informasi di artikel ini bersifat umum dan tidak menggantikan pemeriksaan atau saran tenaga kesehatan. Bila keluhan Bunda atau Si Kecil berlanjut, konsultasikan dengan dokter, bidan, atau konselor laktasi.
Referensi