Teat Hegen Tidak Bulat di Tengah? Ini Fungsi Desain Miringnya yang Menyerupai Payudara Ibu
Saat pertama kali membuka kemasan botol susu bayi, banyak orang tua langsung memperhatikan bentuk dot yang akan digunakan si kecil. Namun, bagaimana jika bentuknya terlihat berbeda dari biasanya? Sebagian ibu mungkin bertanya-tanya mengapa teat Hegen tampak miring dan tidak bulat seperti produk lain di pasaran.
Keraguan ini sangat wajar, terutama bagi orang tua baru. Padahal, desain tersebut bukan sekadar estetika, melainkan dirancang mengikuti cara bayi menyusu langsung pada payudara ibu agar proses menyusu terasa lebih alami dan nyaman. Simak penjelasannya hanya di sini!
Mengapa Kebanyakan Teat Berbentuk Bulat Simetris?
Selama bertahun-tahun, sebagian besar botol susu menggunakan bentuk teat yang bulat simetris. Desain ini menjadi standar karena mudah diproduksi dan telah lama digunakan oleh berbagai produsen.
Padahal, ketika bayi menyusu langsung, yang masuk ke dalam mulut bukan hanya puting, tetapi juga sebagian areola. Kondisi ini membuat bibir membuka lebih lebar dan lidah bergerak secara ritmis untuk mengeluarkan ASI. Mekanisme tersebut berbeda dengan beberapa dot konvensional yang hanya berfokus pada bagian ujungnya.
Karena itu, bentuk yang terlihat "normal" belum tentu paling mendukung proses menyusu alami. Bagi bayi yang menjalani kombinasi menyusu langsung dan menggunakan botol, desain dot yang menyerupai payudara dapat membantu mempertahankan pola hisapan yang lebih konsisten.
Kenapa Teat Hegen Tidak Bulat di Tengah?
Jika diperhatikan, teat Hegen memiliki bentuk yang berbeda dibandingkan dot bayi pada umumnya. Bagian tengahnya dibuat miring sekitar 30 derajat, bukan bulat simetris. Desain ini merupakan hasil riset mengenai mekanisme menyusu alami bayi.
Filosofi Hegen adalah menghadirkan pengalaman menyusu yang sedekat mungkin dengan menyusu langsung. Oleh karena itu, bentuk teat tidak hanya meniru puting, tetapi juga mengikuti bentuk payudara saat bayi sedang menyusu.
Kemiringan tersebut membantu bayi memperoleh posisi latch yang lebih baik, membuka bibir lebih lebar, serta mendukung koordinasi lidah dan rahang saat mengisap. Dengan pengalaman menyusu yang lebih alami, bayi tidak perlu mempelajari teknik hisapan yang benar-benar berbeda ketika berpindah dari payudara ke botol.
Desain ini juga sangat membantu bagi ibu yang memberikan ASI perah atau menjalani kombinasi direct breastfeeding dan bottle feeding. Semakin konsisten pengalaman menyusu yang dirasakan bayi, semakin mudah proses adaptasinya.
Bagaimana Desain Miring Membantu Bayi Menyusu Lebih Alami?
Saat menyusu langsung, bayi membuka mulut dengan lebar sehingga sebagian areola ikut masuk ke dalam mulut. Posisi ini memungkinkan bibir membuka sempurna, lidah bergerak alami, dan rahang bekerja lebih optimal.
Desain teat Hegen membantu meniru mekanisme tersebut. Bayi dapat melakukan latch yang lebih dalam sehingga tekanan hisapan terasa lebih alami dan aliran susu lebih mudah dikontrol. Gerakan lidah pun tetap menyerupai saat menyusu langsung.
Keunggulan lainnya adalah membantu proses transisi antara menyusu langsung dan menggunakan botol. Hal ini penting bagi ibu yang mulai memberikan ASI perah ketika kembali bekerja atau memiliki aktivitas di luar rumah.
Apakah semua bayi membutuhkan teat seperti ini?
Tidak selalu. Setiap bayi memiliki kebutuhan yang berbeda. Namun, bagi bayi yang berganti antara menyusu langsung dan botol, desain yang menyerupai payudara dapat membantu menjaga konsistensi pengalaman menyusu.
Mengurangi Risiko Nipple Confusion Sejak Awal
Nipple confusion atau bingung puting adalah kondisi ketika bayi kesulitan menyesuaikan teknik menyusu karena harus berganti antara payudara dan botol. Tidak semua bayi mengalaminya, tetapi sebagian bayi memang membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
Pada payudara, bayi harus melakukan latch yang dalam dan menggerakkan lidah secara aktif untuk memperoleh ASI. Jika pengalaman menyusu pada botol sangat berbeda, pola hisapan bayi dapat berubah.
Karena itu, desain teat yang menyerupai payudara berperan penting dalam menjaga konsistensi teknik menyusu. Meski demikian, keberhasilan menyusui juga dipengaruhi oleh frekuensi menyusu langsung, posisi bayi, ukuran aliran susu, serta teknik paced bottle feeding.
Posisi Menyusu Juga Sama Pentingnya dengan Bentuk Teat
Selain memilih botol yang tepat, posisi bayi saat menyusu juga berperan penting dalam menciptakan pengalaman minum yang nyaman dan aman. Banyak tenaga kesehatan menganjurkan posisi semi-upright, yaitu tubuh bayi sedikit tegak dengan kepala lebih tinggi daripada badan. Posisi ini membantu bayi mengontrol aliran susu, mengoordinasikan gerakan mengisap, menelan, dan bernapas, serta mengurangi risiko tersedak.
Sebaliknya, memberikan susu saat bayi telentang dapat membuat aliran susu masuk terlalu cepat ke dalam mulut. Kondisi ini berisiko meningkatkan kemungkinan tersedak dan memungkinkan susu mengalir ke saluran yang berhubungan dengan telinga tengah, sehingga dapat meningkatkan risiko infeksi telinga.
Desain teat Hegen yang miring dirancang untuk mendukung posisi semi-upright tersebut. Dengan sudut yang menyerupai posisi alami saat menyusu langsung, bayi dapat minum dengan lebih ergonomis tanpa perlu menekuk leher secara berlebihan. Namun, agar manfaatnya optimal, orang tua tetap perlu menerapkan teknik pemberian susu yang benar.
Bukan Hanya Bentuknya, Sistem Anti-Kolik Hegen Juga Bekerja Saat Bayi Menyusu

Selain memiliki desain yang menyerupai payudara ibu, Hegen juga melengkapi produknya dengan sistem anti-colic air vent yang terintegrasi pada teat. Sistem ini membantu menyeimbangkan tekanan udara di dalam botol selama proses menyusu sehingga udara yang ikut tertelan bayi dapat dikurangi.
Dengan lebih sedikit udara yang masuk ke saluran pencernaan, bayi cenderung merasa lebih nyaman setelah menyusu. Risiko perut kembung, sering bersendawa, atau rewel akibat banyak menelan udara juga dapat berkurang.
Meski demikian, penting dipahami bahwa kolik memiliki banyak penyebab. Penggunaan botol dengan sistem anti-kolik merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kenyamanan bayi, tetapi tetap perlu didukung dengan pemilihan ukuran teat yang sesuai, posisi menyusu yang benar, dan kebiasaan menyendawakan bayi setelah minum.
Teat yang Tepat Adalah Bagian dari Feeding System, Bukan Produk yang Berdiri Sendiri
Saat memilih botol susu, orang tua sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan bentuk dot atau usia bayi. Seluruh komponen dalam feeding system perlu bekerja bersama agar proses menyusu berlangsung optimal.
Hegen menghadirkan Hegen PCTO™ Feeding Bottle PPSU, botol susu berbahan PPSU medical grade yang dikenal kuat, tahan suhu tinggi untuk sterilisasi, serta bebas BPA, BPS, PVC, dan phthalate. Material ini aman digunakan berulang kali dan memiliki daya tahan yang baik untuk penggunaan jangka panjang.
Botol ini juga dilengkapi sistem PCTO™ (Press-to-Close, Twist-to-Open) yang memudahkan orang tua membuka dan menutup botol dengan cepat. Selain itu, Hegen menyediakan berbagai pilihan tingkat aliran teat yang dapat disesuaikan dengan usia dan kemampuan mengisap bayi, sehingga orang tua tidak perlu mengganti seluruh botol ketika kebutuhan si kecil berubah.
Dengan konsep feeding system yang terintegrasi, Hegen menghadirkan solusi menyusui yang praktis, nyaman, dan mendukung perjalanan menyusui sejak bayi baru lahir hingga memasuki masa MPASI.
Baca juga: Bentuk Dot untuk Bayi Baru Lahir: Utamakan Rekomendasi Dokter demi Kenyamanan Bayi
FAQ Seputar Teat Hegen
Apakah teat Hegen sengaja dibuat tidak bulat?
Ya. Bentuknya memang dirancang menyerupai payudara ibu agar pengalaman menyusu terasa lebih alami.
Apa fungsi kemiringan pada teat Hegen?
Kemiringan sekitar 30 derajat membantu bayi memperoleh latch yang lebih baik, membuka mulut lebih lebar, dan mendukung gerakan lidah yang menyerupai proses menyusu langsung.
Apakah bayi tetap bisa menyusu langsung jika menggunakan teat Hegen?
Pada banyak bayi, desain Hegen dapat membantu transisi antara menyusu langsung dan menggunakan botol. Namun, kemampuan beradaptasi setiap bayi tetap berbeda.
Apakah semua teat Hegen memiliki sistem anti-kolik?
Ya. Seluruh lini teat Hegen dilengkapi sistem anti-colic air vent yang membantu mengurangi udara yang ikut tertelan selama menyusu.
Mengapa bayi dianjurkan menyusu dalam posisi semi-upright?
Posisi ini membantu bayi mengontrol aliran susu, mengurangi risiko tersedak, dan mendukung proses menelan yang lebih nyaman.
Baca juga: Daftar Lengkap Ukuran Dot Bayi sesuai Umur yang Wajib Bunda Tahu
Kesan pertama memang bisa menipu. Bentuk teat Hegen yang tidak bulat di tengah bukan dibuat agar terlihat berbeda, melainkan dirancang berdasarkan cara bayi menyusu secara alami pada payudara ibu. Dipadukan dengan posisi menyusu yang benar, sistem anti-kolik, serta feeding system yang terintegrasi, Hegen membantu menciptakan pengalaman menyusu yang lebih nyaman bagi ibu dan bayi.
Melalui inovasi seperti Hegen PCTO™ Feeding Bottle PPSU dan pilihan teat sesuai tahap perkembangan, Hegen mendukung proses menyusui yang lebih praktis sekaligus membantu si kecil tumbuh dan berkembang dengan optimal sejak hari pertama kehidupannya.