Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu pada Ibunya dan Cara Mengatasinya dengan Lembut
Bayi yang biasanya menyusu dengan tenang tiba-tiba menangis, memalingkan wajah, atau menolak payudara tentu membuat banyak ibu merasa sedih dan bingung. Tidak sedikit yang langsung menyalahkan diri sendiri karena mengira produksi ASI menurun atau khawatir ikatan emosional dengan si Kecil terganggu. Padahal, penyebab bayi tidak mau menyusu pada ibunya sering kali bukan karena ASI tidak cukup.
Kondisi ini dikenal sebagai nursing strike, yaitu fase sementara ketika bayi menolak menyusu langsung. Dengan memahami penyebabnya, ibu dapat menghadapi situasi ini dengan lebih tenang dan penuh percaya diri. Simak informasi lengkapnya dalam artikel berikut.
Apa Itu Nursing Strike pada Bayi?
Nursing strike adalah kondisi ketika bayi yang sebelumnya menyusu dengan baik tiba-tiba menolak menyusu langsung dari payudara. Kondisi ini umumnya hanya berlangsung sementara dan berbeda dengan bayi yang benar-benar berhenti menyusu.
-
Nursing Strike Berbeda dengan Weaning
Weaning atau penyapihan terjadi secara bertahap sesuai perkembangan usia bayi. Sebaliknya, nursing strike muncul secara mendadak sehingga sering membuat orang tua terkejut.
-
Bisa Terjadi pada Bayi di Berbagai Usia
Baik bayi baru lahir maupun bayi yang sudah berusia beberapa bulan dapat mengalami kondisi ini. Oleh karena itu, orang tua perlu memahami bahwa penyebab bayi tidak mau menyusu pada ibunya bisa berbeda pada setiap usia.
-
Umumnya Berkaitan dengan Perubahan atau Ketidaknyamanan
Penolakan menyusu sering dipicu oleh perubahan kecil dalam rutinitas, kondisi fisik bayi, maupun lingkungan sekitar.
Penyebab Bayi Tidak Mau Menyusu pada Ibunya
Memahami penyebab bayi tidak mau menyusu pada ibunya akan membantu ibu menemukan solusi yang tepat tanpa terburu-buru menghentikan pemberian ASI. Berikut ulasannya:
1. Bayi Sedang Tidak Nyaman
Hidung tersumbat, sariawan, infeksi telinga, atau tumbuh gigi dapat membuat proses menyusu terasa tidak nyaman sehingga bayi memilih menolak payudara.
2. Perubahan Aroma Tubuh Ibu
Penggunaan parfum baru, sabun dengan aroma berbeda, atau perubahan hormon setelah melahirkan terkadang membuat bayi membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
3. Bayi Terlalu Terdistraksi
Semakin besar usia bayi, semakin mudah perhatiannya teralihkan oleh suara, cahaya, atau aktivitas di sekitarnya. Hal ini menjadi salah satu penyebab bayi tidak mau menyusu pada ibunya yang cukup sering terjadi.
4. Perubahan Jadwal Feeding
Perubahan jam tidur, perjalanan jauh, atau rutinitas harian yang berubah dapat memengaruhi pola menyusu bayi.
5. Aliran ASI Terlalu Cepat atau Lambat
Sebagian bayi merasa frustrasi jika ASI keluar terlalu deras atau justru terlalu lambat.
6. Pengalaman Feeding yang Kurang Nyaman
Bayi mungkin pernah tersedak atau merasa tidak nyaman saat menyusu sehingga menjadi lebih sensitif pada sesi berikutnya. Karena itu, penyebab bayi tidak mau menyusu pada ibunya tidak selalu berkaitan dengan produksi ASI.
Tanda Bayi Mengalami Nursing Strike
Beberapa tanda berikut dapat membantu orang tua mengenali kondisi ini.
-
Menolak Payudara tetapi Tetap Mau Minum: Bayi masih mau menerima ASI perah melalui botol atau metode pemberian lain.
-
Menangis Saat Posisi Menyusu: Begitu didekatkan ke payudara, bayi tampak menangis atau menghindar.
-
Menyusu Sangat Singkat: Bayi hanya melakukan latch beberapa detik sebelum melepaskannya kembali.
-
Bayi Lebih Mudah Rewel Saat Feeding: Momen menyusui menjadi lebih sulit dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Dampak Nursing Strike terhadap Ibu dan Bayi
Nursing strike tak hanya berdampak pada ibu, tapi juga sang bayi. Apa saja itu?
1. Ibu Menjadi Lebih Stres dan Cemas
Saat mengetahui penyebab bayi tidak mau menyusu pada ibunya, banyak ibu merasa takut produksi ASI berkurang atau khawatir kebutuhan nutrisi bayi tidak terpenuhi.
2. Risiko Produksi ASI Menurun
Jika frekuensi menyusui berkurang tanpa diimbangi pumping, produksi ASI dapat ikut menurun.
3. Bonding Terasa Terganggu
Penolakan bayi sering membuat ibu merasa sedih, padahal ikatan emosional tetap bisa dijaga melalui kontak fisik dan perhatian.
Cara Mengatasi Bayi yang Tidak Mau Menyusu dengan Lembut

Pendekatan yang tenang akan membantu bayi kembali merasa nyaman. Ini beberapa cara yang bisa ibu lakukan:
-
Skin-to-Skin Contact Lebih Sering: Kontak kulit langsung membantu bayi merasa aman sekaligus meningkatkan hormon oksitosin.
-
Susui Saat Bayi Setengah Mengantuk: Pada kondisi lebih rileks, bayi biasanya lebih mudah menerima payudara.
-
Ciptakan Suasana Feeding yang Tenang: Kurangi suara bising dan gangguan agar bayi lebih fokus menyusu.
-
Hindari Memaksa Bayi Menyusu: Memaksa hanya akan membuat bayi semakin menolak dan memperpanjang fase nursing strike.
-
Tetap Jaga Produksi ASI dengan Pumping: Selama bayi belum kembali menyusu langsung, pumping secara rutin penting dilakukan. Langkah ini juga membantu mengatasi penyebab bayi tidak mau menyusu pada ibunya yang berkaitan dengan perubahan aliran ASI.
Peran Bottle Feeding dalam Masa Nursing Strike
Bottle feeding dapat menjadi solusi sementara tanpa harus menghentikan pemberian ASI. Kenapa bisa demikian?
-
Membantu Bayi Tetap Mendapatkan ASI: ASI perah memastikan kebutuhan nutrisi bayi tetap terpenuhi.
-
Mendukung Kombinasi DBF dan Bottle Feeding: Ibu tetap dapat menjalankan direct breastfeeding (DBF) sekaligus bottle feeding sesuai kondisi.
-
Penting Memilih Dot dengan Feeding Flow Natural: Dot yang menyerupai cara bayi menyusu langsung membantu proses adaptasi berlangsung lebih nyaman.
Kenapa Dot yang Menyerupai Natural Latch Penting?
Bayi akan lebih nyaman saat melakukan feeding bottle yang menyerupai pengalaman direct feeding karena alasan berikut:
-
Membantu Bayi Tetap Nyaman Saat Transisi Feeding: Desain dot yang alami membantu bayi lebih mudah berpindah antara payudara dan botol.
-
Mendukung Ritme Minum yang Lebih Natural: Aliran susu yang menyerupai menyusu langsung membuat bayi lebih nyaman.
-
Membantu Mengurangi Risiko Bingung Puting: Pemilihan dot yang tepat juga dapat membantu meminimalkan risiko bingung puting, terutama saat penyebab bayi tidak mau menyusu pada ibunya membuat ibu perlu memberikan ASI perah sementara.
Solusi Feeding Modern dari Hegen untuk Mendukung Ibu Menyusui

Selama menghadapi nursing strike, ibu membutuhkan perlengkapan menyusui yang mendukung proses adaptasi bayi. Hegen Indonesia menghadirkan dot dengan desain menyerupai natural latch, sehingga bayi lebih nyaman saat bergantian antara menyusu langsung dan bottle feeding.
Selain itu, sistem feeding Hegen mendukung kombinasi DBF dan bottle feeding secara lebih fleksibel. Desain botol yang ergonomis, mudah dibersihkan, serta kompatibel dengan berbagai kebutuhan pumping membuat rutinitas menyusui menjadi lebih praktis.
Dengan demikian, penyebab bayi tidak mau menyusu pada ibunya tidak selalu harus berujung pada berhentinya pemberian ASI karena ibu tetap dapat memberikan ASI perah menggunakan feeding system yang tepat.
Baca juga: Pelekatan Menyusui yang Benar: Kunci agar Bayi Menyusu Lebih Nyaman, Lancar, dan Optimal
Kesalahan yang Sebaiknya Dihindari Saat Bayi Menolak Menyusu
Ibu mungkin akan tertekan secara mental saat bayi mulai menolak menyusu. Namun, berusahalah tetap tenang dan hindari hal-hal berikut:
-
Memaksa Bayi Menyusu: Hal ini justru dapat membuat bayi semakin trauma.
-
Langsung Mengganti Semua Feeding dengan Formula: Sebaiknya tetap mengutamakan ASI dan menjaga produksinya melalui pumping.
-
Panik Berlebihan: Ketenangan ibu membantu menciptakan suasana menyusui yang lebih nyaman.
-
Mengabaikan Tanda Ketidaknyamanan Bayi: Cari tahu apakah ada gangguan kesehatan yang menjadi penyebab bayi tidak mau menyusu pada ibunya, seperti sariawan atau hidung tersumbat.
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter atau Konselor Laktasi?
Walaupun tidak selalu menandakan kondisi yang membahayakan. Segera cari bantuan profesional apabila:
-
Bayi menolak menyusu lebih dari beberapa hari.
-
Berat badan bayi tidak mengalami kenaikan.
-
Bayi tampak lemas atau menunjukkan tanda dehidrasi.
-
Ibu mengalami nyeri hebat atau produksi ASI menurun drastis akibat penyebab bayi tidak mau menyusu pada ibunya yang belum teratasi.
Baca juga: 6 Tips Efektif Mengatasi Bayi Muntah Setelah Menyusu
Menghadapi nursing strike memang dapat menjadi pengalaman yang menguras emosi, tetapi ibu tidak perlu menyalahkan diri sendiri. Sebagian besar penyebab bayi tidak mau menyusu pada ibunya bersifat sementara dan dapat diatasi dengan pendekatan yang lembut, penuh kesabaran, serta memahami kebutuhan si Kecil.
Tetap jaga produksi ASI melalui pumping, pertahankan bonding dengan skin-to-skin contact, dan berikan waktu bagi bayi untuk kembali nyaman menyusu. Untuk mendukung proses tersebut, Hegen Indonesia menghadirkan feeding system modern dengan dot menyerupai natural latch yang membantu transisi antara DBF dan bottle feeding terasa lebih natural, nyaman, dan tetap mendukung perjalanan menyusui ibu bersama buah hati.