Mengatasi Kolik pada Bayi: Penyebab, Solusi & Tips Feeding yang Tepat
Tangisan bayi yang tak kunjung reda setelah menyusu sering membuat orang tua bingung. Padahal, jika popok sudah bersih dan kebutuhan makannya terpenuhi, penyebabnya bisa jadi adalah kolik. Kondisi ini membuat bayi menangis lebih lama karena merasa tidak nyaman, salah satunya akibat sistem pencernaan yang masih berkembang atau udara yang tertelan saat minum.
Kabar baiknya, dengan memahami cara mengatasi kolik pada bayi dan menciptakan pengalaman feeding yang lebih nyaman, Bunda dapat membantu si Kecil melewati fase ini dengan lebih tenang.
Apa Penyebab Kolik pada Bayi?
Kolik dapat dipengaruhi berbagai faktor, seperti sistem pencernaan yang masih berkembang, udara yang tertelan saat menyusu, pola feeding yang kurang nyaman, serta sensitivitas bayi terhadap lingkungan. Membantu bayi minum dengan posisi tepat dan perlengkapan feeding yang mendukung kenyamanan dapat membantu mengurangi ketidaknyamanan.
Apa Itu Kolik pada Bayi dan Mengapa Sering Terjadi?
Kolik adalah fase perkembangan yang umum dialami bayi di bulan-bulan pertama kehidupannya. Tangisan kolik biasanya lebih panjang, lebih intens, dan sulit ditenangkan dibandingkan tangisan biasa karena lapar atau popok basah, sehingga kerap membuat orang tua merasa kebingungan.
Ciri-Ciri Kolik pada Bayi yang Perlu Diketahui Orang Tua
1. Tangisan Intens yang Sulit Ditenangkan
Bayi menangis lebih lama dari biasanya, sering pada waktu tertentu seperti sore atau malam hari.
2. Bayi Tampak Tidak Nyaman pada Area Perut
Menarik kaki ke arah perut, mengejan, dan tubuh menegang menjadi tanda umum yang menyertai kolik.
3. Terjadi Meski Kebutuhan Dasar Bayi Sudah Terpenuhi
Meski sudah menyusu dan popok bersih, si kecil tetap sulit tenang.
Penyebab Kolik pada Bayi: Mengapa Si Kecil Bisa Merasa Tidak Nyaman?
1. Sistem Pencernaan Bayi yang Masih Berkembang
Saluran pencernaan bayi masih beradaptasi, sehingga proses mencerna makanan membutuhkan waktu lebih lama.
2. Udara yang Tertelan Saat Menyusu atau Minum dari Botol
Bayi dapat menelan udara ketika aliran susu terlalu cepat, dan posisi feeding turut memengaruhi kenyamanannya.
3. Aliran Susu yang Tidak Sesuai dengan Kemampuan Bayi
Aliran terlalu deras dapat membuat bayi minum terburu-buru, padahal ia butuh waktu menyesuaikan ritme minumnya.
4. Bayi Masih Belajar Mengatur Respons Tubuhnya
Koordinasi mengisap, menelan, dan bernapas pada bayi masih terus berkembang di bulan-bulan awal.
Apakah Kolik Berbahaya?
Kolik umumnya bukan kondisi berbahaya, tetapi orang tua tetap perlu memperhatikan tanda lain di luar tangisan.
Kondisi yang Masih Termasuk Normal
Bayi tetap mau minum, berat badan bertambah sesuai pemantauan, dan tetap aktif di luar periode menangis.
Tanda yang Membutuhkan Evaluasi Tenaga Kesehatan
Segera konsultasikan ke dokter bila muncul demam, muntah berulang, bayi menolak menyusu, penurunan berat badan, atau tangisan yang terdengar berbeda dari biasanya.
Cara Mengatasi Kolik pada Bayi dengan Pendekatan yang Aman

1. Ciptakan Lingkungan yang Lebih Tenang
Mengurangi stimulasi berlebihan, suara lembut, dan sentuhan menenangkan dapat membantu si kecil lebih rileks.
2. Gendong Bayi dengan Posisi Nyaman
Posisi tegak setelah minum membantu bayi merasa lebih nyaman dan mengurangi tekanan pada perutnya.
3. Bantu Bayi Bersendawa Setelah Feeding
Membantu mengeluarkan udara yang tertelan saat menyusu dapat mengurangi rasa tidak nyaman pada perutnya.
4. Perhatikan Pola Feeding Bayi
Jangan menunggu bayi terlalu lapar, dan berikan waktu minum yang cukup tanpa terburu-buru.
Baca juga: Stimulasi Oromotor pada Bayi lewat Belajar Minum dengan Sedotan
Hubungan Feeding dengan Kolik: Mengapa Cara Bayi Minum Bisa Berpengaruh?
Pengalaman minum bukan hanya soal jumlah susu yang masuk, tetapi juga kenyamanan selama proses feeding berlangsung. Si kecil membutuhkan sistem minum yang mendukung ritme alami mengisap dan menelan, sehingga risiko tersedak atau menelan udara berlebih bisa diminimalkan.
Tips Feeding untuk Membantu Mengurangi Ketidaknyamanan Bayi
-
Pastikan posisi bayi saat minum sudah tepat, dengan kepala sedikit lebih tinggi.
-
Pilih aliran dot yang sesuai kebutuhan, karena setiap bayi punya kemampuan minum berbeda.
-
Hindari membuat bayi terburu-buru, dan perhatikan tanda ketika ia membutuhkan jeda.
Memilih Botol Bayi yang Mendukung Pengalaman Feeding Lebih Nyaman
Bagi bayi yang mendapatkan ASI perah atau susu melalui botol, desain botol dan dot menjadi bagian penting dalam menciptakan pengalaman feeding yang lebih nyaman. Perlengkapan yang mendukung pola minum alami membantu si kecil beradaptasi lebih baik, sekaligus memudahkan Bunda dalam memberikan susu setiap hari.
Sistem Feeding Hegen untuk Mendukung Bayi dengan Pengalaman Minum Lebih Nyaman
Hegen Teat dengan Natural Feeding Experience

Hegen Anti Colic Teat dirancang menyerupai bentuk dan pengalaman menyusu langsung pada payudara ibu, membantu meminimalkan nipple confusion atau bingung puting. Sistem anti kolik pada teat bekerja sesuai posisi pemasangannya, membantu mengurangi udara yang tertelan si kecil saat minum. Desainnya juga membantu susu dapat diminum hingga tetes terakhir.
Setiap Hegen Teat ditandai embossing angka 0/1/2/3/Y yang menunjukkan tingkat aliran, dari extra slow flow, slow flow, medium flow, fast flow, hingga thick feed, sehingga Bunda bisa memilih sesuai usia si kecil.
Posisi Minum yang Tepat untuk Mendukung Kenyamanan Bayi
Hegen Teat mendorong posisi minum semi-upright, bukan sambil tidur telentang. Minum sambil berbaring berisiko membuat bayi tersedak dan meningkatkan risiko infeksi telinga, sehingga posisi semi-upright lebih dianjurkan.
Hegen Feeding Bottle yang Praktis dan Tahan Lama

Hegen Feeding Bottle menggunakan sistem Press-to-Close, Twist-to-Open yang praktis, serta tahan suhu ekstrem dari -20°C hingga 180°C. Sistemnya yang modular memudahkan Bunda menyesuaikan kebutuhan feeding, sementara desain wide neck membuat proses mencuci lebih mudah. Botol ini juga tahan gores dan dapat digunakan hingga sekitar dua tahun bila digunakan dengan tepat.
🍼 Ingin sesi minum si kecil lebih tenang dan bebas drama kolik? Kenali lebih lanjut sistem feeding Hegen di sini dan temukan kombinasi teat serta botol yang sesuai kebutuhan si kecil.
Rutinitas Harian untuk Mendukung Bayi Lebih Nyaman Selama Fase Kolik
-
Buat pola tidur dan feeding yang konsisten.
-
Catat waktu si kecil sering mengalami kolik agar polanya lebih mudah dikenali.
-
Kenali pemicu yang membuatnya lebih rewel
-
Pastikan Bunda dan pengasuh juga mendapat dukungan cukup, dan jangan ragu meminta bantuan profesional bila diperlukan.
Checklist Feeding Nyaman untuk Bayi yang Rentan Kolik
-
Posisi feeding sudah nyaman
-
Dot memiliki aliran sesuai kebutuhan
-
Bayi tidak minum terburu-buru
-
Bayi dibantu bersendawa setelah minum
-
Botol dan dot selalu dibersihkan dengan baik
-
Bunda memahami tanda nyaman dan tidak nyaman pada si kecil.
Baca juga: Simak Tips Membeli Perlengkapan Bayi agar Hemat dengan Sistem Modular Hegen
Kolik pada bayi dapat menjadi fase yang melelahkan, tetapi memahami penyebabnya membantu Bunda memberikan respons yang lebih tepat. Tangisan bayi bukan berarti Bunda gagal memenuhi kebutuhannya, melainkan bentuk komunikasi bahwa si kecil mungkin sedang membutuhkan kenyamanan tambahan.
Salah satu hal yang dapat diperhatikan adalah pengalaman feeding sehari-hari. Sistem Hegen Teat dengan natural feeding experience serta Hegen Feeding Bottle yang praktis dan tahan lama dirancang untuk mendukung proses minum yang lebih nyaman bagi si kecil.
Yuk, dampingi si kecil melewati fase kolik dengan feeding routine yang lebih tenang. Jelajahi koleksi Hegen Teat dan Feeding Bottle dan mulai ciptakan sesi minum yang lebih nyaman untuk Bunda dan si kecil.
Referensi
-
American Academy of Pediatrics (AAP). (2022). Colic. Diakses dari https://www.healthychildren.org
-
Cleveland Clinic. (2023). Infant Colic. Diakses dari https://my.clevelandclinic.org
-
Kheir, A. E. (2012). Infantile Colic, Facts and Fiction. Italian Journal of Pediatrics, 38, 34.
-
Mayo Clinic. (2023). Colic: Symptoms and Causes. Diakses dari https://www.mayoclinic.org
-
NHS UK. (2023). Colic. Diakses dari https://www.nhs.uk/conditions/colic/