Menitipkan Bayi di Daycare: Cara Menyiapkan dan Mengirim ASIP
Saat Bunda mulai menitipkan bayi di daycare, siapkan ASIP dalam porsi sekali minum. Beri label yang jelas, lalu bawa dalam cooler bag berisi ice gel beku. Panduan ini merangkum checklist harian, contoh label, dan pertanyaan untuk pengelola daycare.
Bagaimana Menyiapkan ASIP untuk Daycare?
- Bagi ASIP ke dalam porsi sekali minum sesuai kebiasaan minum bayi.
- Beri label nama bayi, tanggal dan jam perah, serta jumlah ASI pada setiap wadah.
- Bawa ASIP dalam cooler bag berisi ice gel beku.
- Sepakati cara menyimpan, menghangatkan, dan membuang sisa ASIP dengan pengelola daycare.
Membagi ASIP untuk daycare dalam porsi sekali minum membantu mengurangi ASI yang terbuang. Porsi kecil juga memudahkan pengasuh mengikuti jadwal minum bayi.
Untuk daycare bayi 3 bulan, tanyakan pola minum bayi kepada dokter atau konselor laktasi bila Bunda ragu menentukan porsinya. Catat juga jam minum selama beberapa hari di rumah sebagai bahan diskusi dengan pengasuh.
Mulailah dengan masa percobaan beberapa hari sebelum benar-benar kembali bekerja. Cara ini memberi waktu bagi bayi dan pengasuh untuk saling menyesuaikan.
Checklist Harian Sebelum Berangkat

Siapkan semua perlengkapan pada malam sebelumnya, lalu periksa sekali lagi di pagi hari dengan checklist berikut.
| Yang diperiksa | Keterangan |
|---|---|
| Jumlah wadah ASIP | Sesuai jumlah sesi minum selama bayi di daycare, ditambah satu cadangan |
| Tutup wadah | Terpasang rapat sebelum dimasukkan ke tas |
| Label | Nama bayi, tanggal dan jam perah, serta jumlah ASI terbaca jelas |
| Cooler bag dan ice gel | Ice gel dalam keadaan beku, tas tertutup rapat |
| Dot dan collar | Bersih dan sesuai jumlah sesi, bila daycare memintanya |
| Perlengkapan lain | Pakaian ganti dan barang lain sesuai daftar dari daycare |
Simpan checklist ini di dekat kulkas agar anggota keluarga lain juga bisa membantu menyiapkan bekal.
Contoh Label Wadah ASIP

Label yang seragam membantu pengasuh di daycare memilih wadah yang benar dan memakai stok yang paling lama lebih dulu. Contoh isi label:
- Nama lengkap bayi, agar wadah tidak tertukar dengan milik bayi lain.
- Tanggal dan jam perah, agar stok paling lama dipakai lebih dulu.
- Jumlah ASI dalam wadah, agar pengasuh tahu porsi sekali minum.
- Catatan khusus bila ada, misalnya ASIP baru dicairkan pagi ini.
Pakai stiker atau label tahan air agar tulisan tidak luntur saat wadah terkena embun dari kulkas atau ice gel. Bila daycare punya format label sendiri, ikuti format itu agar seragam.
Membawa dan Menyimpan ASIP dengan Aman
CDC menganjurkan ASI perah diberi label nama bayi dan tanggal perah bila dibawa ke tempat penitipan anak. Selama perjalanan, simpan wadah dalam cooler bag dengan ice gel beku. Pastikan tasnya tertutup rapat dan tidak terkena sinar matahari langsung, lalu ganti ice gel dengan yang beku setiap pagi.
Menurut CDC, ASI perah dalam cooler bag berisi ice gel beku dapat disimpan sampai 24 jam. Setibanya di daycare, ASIP sebaiknya langsung dipindahkan ke kulkas.
Bila ASIP dibawa dalam keadaan beku, beri tahu pengasuh agar mencairkannya di kulkas sesuai jadwal minum. ASI yang sudah dicairkan tidak boleh dibekukan ulang.
Sisa ASIP yang tidak habis diminum sebaiknya dipakai dalam 2 jam setelah bayi selesai minum, lalu dibuang. Penjelasan lengkap tentang batas simpan ada di artikel ketahanan dan penyimpanan ASI perah.
Apa yang Perlu Ditanyakan ke Pengelola Daycare?
Sebelum mulai menitipkan, bicarakan cara daycare menangani ASIP. Beberapa pertanyaan yang bisa diajukan:
- Apakah ada kulkas khusus untuk ASIP, terpisah dari makanan lain?
- Bagaimana cara pengasuh menghangatkan ASIP, dan apakah mereka menghindari microwave?
- Bagaimana penanganan sisa ASIP yang tidak dihabiskan bayi?
- Apakah pengasuh mencatat jam dan jumlah minum bayi setiap hari?
- Bagaimana pengasuh memastikan ASIP diberikan ke bayi yang benar?
- Apakah Bunda boleh datang untuk menyusui langsung di sela jam kerja?
Jawaban atas pertanyaan ini membantu Bunda memilih daycare yang mendukung pemberian ASI. Langkah memberi ASIP yang bisa dibagikan ke pengasuh daycare ada di artikel panduan memberi ASIP untuk pengasuh.
Wadah dan botol dipakai untuk memberi ASI perah selama Bunda bekerja, bukan untuk menggantikan menyusui langsung.
Wadah ASIP Hegen untuk Bekal Harian
Hegen menyediakan Hegen PCTO™ Breast Milk Storage PPSU dalam ukuran 60ml untuk porsi kecil dan 150ml untuk porsi yang lebih besar. Wadah ini berbahan PPSU yang menurut Hegen bebas BPA, BPS, ftalat, dan PVC. Penjelasan lengkapnya ada di artikel keunggulan botol PPSU.
Wadah ditutup dengan Hegen PCTO™ Breast Milk Storage Lid memakai sistem PCTO™: ditekan untuk menutup dan diputar untuk membuka, tanpa ulir. Menurut Hegen, penutup ini dirancang zero spillage.
Saat waktunya minum, pengasuh cukup mengganti tutup penyimpanan dengan collar dan dot, sehingga wadah ASIP Hegen menjadi botol susu PPSU Hegen. Pilihan ukurannya ada di koleksi wadah penyimpanan ASI PPSU Hegen.
Setelah dipakai, cuci wadah dengan sabun khusus botol bayi, lalu sterilkan dengan cara direbus, uap, UV, atau tablet sterilisasi. Bila memakai mesin pencuci piring, letakkan di rak atas.
Referensi